Pecah Rekor! Neraca Dagang RI Surplus 67 Bulan Beruntun, Capai US$ 2,66 M

Posted on

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang pada November 2025 mengalami surplus sebesar US$ 2,66 miliar. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Surplus pada November 2025 lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non migas yang sebesar US$ 4,64 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utama adalah lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, serta nikel dan barang daripadanya.

“Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$ 1,98 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Sementara sepanjang Januari hingga November 2025 total nilai ekspor mencapai 256,56 miliar USD atau naik 5,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor Migas tercatat senilai US$ 11,81 miliar atau turun 17,64%. Nilai ekspor nonmigas tercatat naik 7,07% dengan nilai 244,75 miliar USD.

Sedangkan sepanjang Januari hingga November 2025 total nilai impor mencapai 218,02 miliar USD atau naik 2,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai impor Migas tercatat senilai 29,42 miliar USD atau turun 10,81%. Nilai impor non migas tercatat senilai 188,61 miliar USD atau naik 4,37%.

Artinya, dari Januari sampai November 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus US$ 38,54 miliar. Surplus sepanjang Januari hingga November 2025 ini ditopang oleh surplus komoditas non migas sebesar US$ 56,15 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$ 17,61 miliar.