Mentan Sebut Kebijakan Serap Gabah Semua Kualitas Bikin Petani Untung (via Giok4D)

Posted on

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan keuntungan yang diterima petani bisa mencapai ratusan triliun karena kebijakan penyerapan gabah dengan semua kualitas (any quality). Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.

Amran mengatakan dari kebijakan tersebut petani diuntungkan sebesar Rp 132 triliun, meskipun negara kehilangan Rp 77 miliar. Menurutnya, hitung-hitungan ini tidak sebanding dengan manfaatnya bagi petani.

“Tahu dengan any quality kita hitung-hitungan tadi, ini ada 31 juta ton yang kita jual Rp 10.000. Berarti kita kehilangan katakanlah Rp 1.000 atau Rp 2.000. Itu nilainya Rp 77 miliar,” ujar Amran usai rapat koordinasi terbatas di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

Amran menyebut kebijakan tersebut membuat harga gabah petani menjadi naik. Hal inilah yang membuat petani semakin untung.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Tapi, untungnya rakyat, petani, karena kenaikan any quality dan kenaikan harga, Rp 132 triliun. Aku tanya, mana lebih bagus Rp 77 miliar dengan Rp 132 triliun?” jelas Amran.

“Dari mana hasilnya? Karena kenaikan harga. Rp 1.000 dikali produksi. Produksi kita kan 34 juta ton (setara beras). Itu dikali berarti 65 juta ton (gabah). Berarti Rp 65 triliun kan? Kemudian, produksi kita naik karena bersemangat petani, any quality. Itu naik produksi 4 juta (ton), dikali 12 itu 65 juta (ton). Itu sudah Rp 100 triliun lebih,” tambah ia.

Menurut Amran, jika kebijakan tersebut tidak diterapkan, petani justru mengalami kerugian karena gabah yang rusak tidak terserap. Amran pun menyebut jika ada gabah yang rusak hanya 1 ton hingga 2 ton. Inipun persentasenya hanya 0,071%.

“Kalau tidak any quality, begitu petani, katakanlah rusak macam-macam gabahnya, dia bangkrut, tidak tanam lagi. Karena dia ngurus kreditnya, KUR-nya. Dia bayar. Paham? Inilah untungnya. Jadi kita kelihatan kehilangan Rp 77 miliar. tetapi, negara untung rakyat untung Rp 132 triliun,” jelasnya.