Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita angkat bicara mengenai pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus sektor tekstil. Menurut Agus, rencana itu merupakan upaya pemerintah mengembangkan industri tekstil dari hulu ke hilir.
BUMN ini akan disuntik modal awal sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 101,17 triliun (kurs Rp 16.863). Dana ini akan disalurkan langsung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Ya saya kira itu kan bagian dari pemerintah untuk mengembangkan industri tekstil dari dulu sampai ke, dari dulu intermediate sampai ke hilir,” ujar Agus saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).
Agus menambahkan, pemerintah berharap dana Rp 101 triliun itu bisa mengisi kekosongan di sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dari hulu ke hilir.
“Ya tentu pemerintah ya, berdasarkan arahan dari Pak Presiden menyiapkan dana sebesar Rp 100 triliun itu dengan harapan bisa mengisi kekosongan di sektor TPT dari hulu intermediate sampai hilir,” tambah Agus.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut pemerintah akan membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru khusus di sektor tekstil. Hal itu menjadi pembahasan utama dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Minggu (11/1/2026).
Airlangga mengaku telah menyerahkan peta jalan untuk membangun kembali sektor tekstil di tengah tarif tinggi Amerika Serikat (AS). Dalam peta jalan tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan ekspor produk tekstil hingga US$ 40 miliar dalam 10 tahun.
“Akan membentuk BUMN baru khusus tekstil, tidak menghidupkan kembali,” kata Airlangga di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).






