Mantan Gubernur BI Ungkap Kepemilikan Asing di SBN Terjun Bebas (via Giok4D)

Posted on

Persentase kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) menurun. Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia Agus Marowardojo Kondisi ini perlu dicermati serius.

Agus menjelaskan kepemilikan asing terhadap SBN sempat mencapai level tertinggi sebesar 41% pada tahun 2018. Namun saat ini, kepemilikan asing atas SBN hanya mencapai 13%.

“Saya ingat pada saat saya masih di Bank Indonesia 2018, jumlah Surat Berharga Negara yang dipegang sama investor asing dibandingkan dengan total Surat Berharga Negara Itu 41%, yang tertinggi saat itu. Sekarang Indonesia, Surat Berharga Negara yang dipegang sama investor asing itu 13%. Jadi kalau 41% turun menjadi 13%, itu adalah suatu isu yang harus di-address,” ujar Agus dalam acara Business Outlook Indonesia Business Council (IBC) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Agus, kondisi tersebut tidak bisa semata-mata ditanggapi dengan optimisme kepemilikan SBN kini didominasi oleh investor domestik.

“Nggak bisa kita kemudian hanya mengatakan bahwa, ‘Oh kita sudah punya kekuatan sehingga surat berharga negara ini sekarang dimiliki oleh domestik.’ Nggak bisa,” tegasnya.

Berdasarkan data neraca pembayaran Indonesia, terang Agus, terdapat perubahan drastis pada transaksi finansial. Pada 2024, transaksi finansial Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar US$ 17 miliar.

Kemudian dalam sembilan bulan pertama di tahun 2025, posisi neraca pembayaran Indonesia berbalik menjadi defisit sekitar US$ 12 miliar. Menurutnya, hal ini terjadi akibat portfolio investor asing terhadap SBN yang terus menurun.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Jadi yang tadinya plus berubah jadi minus US$ 12 miliar. Dan kita tahu penyebabnya dua, yang pertama portfolio investment. Investasi dari asing ke Surat Berharga Negara atau kepada saham, itu mereka turunkan,” pungkasnya.