Ternyata Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada 1995. Namun, produksinya terus menurun sejak 2020.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai untuk meningkatkan produksi bawang putih domestik diperlukan varietas yang unggul serta riset berbasis sains.
“Indonesia pernah swasembada bawang putih pada 1995, namun sejak 2020 produksinya terus menurun. Inilah mengapa kita perlu memprioritaskan varietas unggul dan riset berbasis sains,” kata Luhut dalam unggahan di akun Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Senin (12/1/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Luhut menilai tidak boleh lagi dilakukan secara sektoral. Ia pun mengajak BRIN untuk mengintegrasikan seluruh kekuatan riset dengan instansi lain, seperti perguruan tinggi.
Berangkat dari situ, Luhut mengadakan rapat bersama dengan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar serta kepala lembaga riset lain.
Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut dari pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Luhut pada retreat di Hambalang beberapa waktu lalu. Prabowo berpesan agar tidak ada lagi agenda riset yang berjalan lambat. DEN sepakat mendukung penguatan riset bibit bawang putih untuk mengurangi ketergantungan impor bibit, sekaligus meningkatkan kontribusi riset bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
pesan Prabowo Subianto yang menekankan penting Genebank nasional dan industri perbenihan. Untuk itu, ia menyebut BPOM berperan penting untuk mendorong produksi herbal lokal dan memastikan regulasi bisa semakin adaptif terhadap inovasi.
“Saya juga meminta kepada BRIN untuk menyusun peta kesesuaian lahan terpadu agar riset lebih terarah dan siap untuk diimplementasikan. Semua langkah ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian pangan nasional,” imbuh Luhut.
Prabowo, lanjut Luhut, juga akan berkunjung ke Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) pada Oktober nanti. Pada momentum itu, Luhut berharap bukan lagi sekadar menunjukkan rencana, tetapi sudah menghadirkan ekosistem riset yang bekerja dan mulai membuahkan hasil.
Kejar Swasembada Bawang Putih, Pemerintah Fokus Pembibitan
Bawang putih memang menjadi salah satu komoditas pangan yang ditargetkan swasembada. Hal ini berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita kan Pak Presiden sudah menargetkan bahwa bawang putih juga salah satu komoditas yang memang ditarget untuk swasembada ke depan,” ujar Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (12/1).
Saat ini, pihaknya telah berfokus pada fase pembibitan. Salah satu lokasi yang menjadi tempat pembibitan adalah Horti Center di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Menurut Sudaryono, agar Indonesia bisa mencapai swasembada bawang putih diperlukan lahan seluas 100 ribu hektar.
“Nah, kebutuhannya sebetulnya nggak besar lah. Kebutuhannya menanam bawang putih di 100 ribu hektare. Nah ini tentu saja sekarang sudah dimulai dari untuk pembibitan karena memang untuk bisa swasembada itu kan orang harus menanam. Jadi intinya adalah pertama sekarang fasenya bagaimana kita sediakan bibit lebih banyak,” terang Sudaryono.
Surdaryono pun menekankan pesan Prabowo yang ingin mengulang kembali keberhasilan swasembada pada masa lalu. Tidak hanya beras, pemerintah juga menargetkan swasembada kedelai hingga susu.
Ia pun mengakui untuk mencapai hal tersebut membutuhkan proses. Namun dengan bekal pengalaman yang pernah dimiliki, Sudaryono optimistis swasembada bawang putih bisa tercapai. Kendati begitu, ia tidak menyebutkan kapan target swasembada bawang putih bisa tercapai.






