Di tengah bencana yang melanda Sumatera Utara, PT Toba Pulp Lestari (TPL) ramai jadi sorotan karena operasi usahanya disebut memperparah dampak bencana.
Pembicaraan soal PT TPL sampai dikaitkan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai salah satu pemegang saham di PT TPL.
Luhut tegas membantah hal tersebut. Dia menegaskan tidak pernah punya saham di PT TPL. Justru, kata Luhut, dia tegas menolak operasional perusahaan itu karena merusak alam.
Dia menantang pihak yang menuduh dirinya punya saham di TPL untuk membuktikannya.
“Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin. Saya tidak pernah punya saham,” tegas Luhut dalam video yang dia unggah di akun Instagram pribadi, @luhut.pandjaitan, Senin (12/1/2026).
Eks Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu juga mengaku sering dikaitkan memiliki saham di perusahaan nikel yang ada di Morowali.
Luhut pun membantah tuduhan tersebut, meskipun dia banyak mendorong perusahaan untuk mengeksplorasi nikel di Morowali dengan tujuan hilirisasi, dia menegaskan tidak sama sekali memiliki saham di perusahaan-perusahaan tersebut.
“Saya juga nggak punya saham di Morowali yang dituduh-tuduhkan oleh, yang nggak jelas-jelas itu. Saya punya saham katanya di sana. Tidak punya. Tunjukin! Bawa kemari,” ujar Luhut.
“Saya nggak pernah mau memiliki saham-saham IUP nikel yang semua dibawa kekuasaan saya, waktu saya jadi Menko Marves. Saya nggak mau,” tegas Luhut lagi.
Dalam video tersebut, Luhut memang terlihat sangat jengkel. Dia menekankan kembali dirinya tak pernah memiliki saham di PT TPL maupun di perusahaan-perusahaan nikel yang ada di Morowali.
“Saya maaf agak jengkel ini, karena menurut saya sudah menyangkut dignity, menyangkut harga diri. Saya nggak ada (punya saham di TPL maupun di perusahaan Morowali),” kata Luhut dengan nada bicara tinggi.
Luhut blak-blakan menyatakan dia cuma afiliasi di Toba Sejahtera (bagian dari PT TBS Energi Utama), itu menurutnya adalah perusahaan yang dia buat sendiri sebelum menjadi pejabat negara.
“Kecuali di perusahaan saya, yaitu Toba Sejahtera. Yang saya buat sendiri. Di situ ada Kutai Energi, satu-satunya yang punya IUP, yang saya dapat tahun 2003 atau 2004. IUP batubara, di Kutai Kertanegara. Ya itu, itulah sampai hari ini milik saya,” papar Luhut.
