Lagi dan Lagi, Harga Emas Dunia Tembus Rekor! | Info Giok4D

Posted on

Harga emas melesat ke level rekor di atas US$ 5.100 atau Rp 85,17 juta per ons pada Senin. Kenaikan harga emas terjadi seiring dengan langkah investor mencari aset aman di tengah ketegangan politik internasional.

Harga perak dan platinum juga ikut menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Emas spot naik 2% menjadi US$ 5.077,22 per ons pada pukul 13.31 waktu setempat AS, setelah sempat menyentuh rekor US$ 5.110,50.

Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup naik 2,1% di level US$ 5.082,50 per ons. Presiden Sprott Inc, Ryan McIntyre mengatakan, kenaikan harga emas didorong gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi membuat aset emas dibeli secara besar-besaran.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

“Harga emas terus ditopang oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang masih tinggi. Bank sentral tetap menjadi pembeli kuat karena mereka melakukan diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS,” katanya, dilansir dari Reuters, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, arus dana investor ke produk exchange-traded fund berbasis emas fisik juga kembali meningkat, dengan total kepemilikan naik sekitar 20% dibandingkan setahun sebelumnya.

Dalam perkembangan geopolitik terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu mengatakan akan mengenakan tarif 100% terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.

Kepala Riset BullionVault, Adrian Ash menilai faktor utama penggerak pasar logam mulia tahun ini adalah Donald Trump. Investor ritel di Asia dan Eropa juga mulia menambah kepemilikan emas dan perak.

“Gelombang investor baru yang pertama kali masuk pasar mendorong pergerakan logam mulia ini. Dorongan tersebut datang dari investor ritel di Asia dan Eropa yang berbondong-bondong membangun kepemilikan emas dan perak pribadi mereka,” ujarnya.

Pada saat yang sama, pertemuan Federal Reserve pekan ini, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, dibayangi oleh penyelidikan pidana dari pemerintahan Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

Trump sebelumnya telah menekan Powell agar menurunkan suku bunga. Langkah tersebut akan menguntungkan emas yang tidak memberikan imbal hasil, dan sejauh tahun ini telah naik hampir 18% setelah melonjak 64% sepanjang 2025.

Tahun lalu, harga emas menembus sejumlah tonggak penting, termasuk melewati level US$ 3.000 per ons dan US$ 4.000 per ons untuk pertama kalinya.

Saksikan Live DetikPagi:

Simak juga Video ‘Harga Emas Antam Terbang! Tembus Rp 2,8 Juta/Gram’: