PT Nindya Karya memastikan pembangunan Rumah Hunian Sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Sumatera Barat berjalan sesuai arahan pemerintah. Salah satunya melalui pembangunan huntara di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Linggai Duo Koto dan Bancah, Kabupaten Agam serta Sumpur Malalo Kabupaten Tanah Datar.
Sebagai pelaksana pembangunan, Nindya Karya menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan spesifikasi huntara, khususnya pada ketinggian atap yang ditingkatkan dari 2,4 meter menjadi 3 meter serta penambahan plafon, guna mendukung kenyamanan penghuni selama masa pemulihan.
Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah mendampingi Komisi VI DPR RI dalam kunjungan kerja ke lokasi huntara Batang Anai pada Kamis, 22 Januari 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan kualitas pekerjaan, progres pembangunan, serta kesiapan fasilitas pendukung berjalan sesuai rencana.
“Kami memastikan seluruh instruksi Presiden terkait dengan peningkatan kualitas huntara bisa diterapkan di lapangan. Bagi kami, huntara ini bukan hanya soal kecepatan pembangunan, tetapi juga bagaimana menghadirkan ruang tinggal yang mendukung kenyamanan dan aktivitas warga,” ujar Firmansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Komisi VI DPR RI memberikan apresiasi atas peran aktif Nindya Karya dalam mendukung program pemerintah melalui pembangunan huntara yang dilengkapi fasilitas pendukung secara memadai. Komisi VI DPR RI menilai kehadiran BUMN karya di lokasi bencana menjadi elemen penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Di Batang Anai, PT Nindya Karya membangun 40 unit, sementara itu di beberapa wilayah lain di Sumatera Barat, meliputi 20 unit di Linggai dan 35 unit di Bancah, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, serta 28 unit di Sumpur Malalo, Kabupaten Tanah Datar.
Untuk menunjang kebutuhan warga, Nindya Karya melengkapi kawasan huntara dengan unit toilet, dapur umum, area cuci dan jemuran, ruang komunal berukuran 4×8 meter, taman bermain serta lahan terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan aktivitas sosial.
Kehadiran huntara ini disambut positif oleh masyarakat terdampak. Masyarakat yang terdampak juga berharap bisa mendapatkan tempat yang layak dan nyaman dalam melewati masa pemulihan pascabencana ini.
Pembangunan huntara merupakan bagian dari sinergi Danantara Indonesia bersama Keluarga Besar BUMN melalui payung BUMN Peduli, guna memastikan respons kemanusiaan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran di wilayah terdampak bencana.
Melalui inisiatif ini, PT Nindya Karya menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya pada saat tanggap darurat, tetapi juga dalam mendampingi masyarakat pada fase pemulihan menuju kehidupan yang lebih baik.
