Kondisi Pantura Dicek Sebelum Giant Sea Wall Dibangun

Posted on

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL melaksanakan survei Hidro-Oseanografi di Teluk Jakarta dan perairan Semarang. Survei ini penting karena untuk mendukung perencanaan desain pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa

Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kartika Listriana menyebutkan hasil survei Hidro-Oseanografi di Teluk Jakarta dan Perairan Semarang menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan desain pembangunan tanggul laut Pantai Utara Jawa.

Nantinya, survei tersebut akan digunakan oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Tak hanya itu, KKP juga akan memanfaatkan hasil survei tersebut untuk penataan serta pengembangan kawasan pesisir dan kota-kota pesisir di pantura.

“Tantangan pembangunan wilayah pesisir di Indonesia semakin kompleks akibat perubahan iklim, kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah (land subsidence) yang berlangsung cepat di berbagai kota besar,” ujar Kartika dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Kartika menjelaskan, kawasan pesisir utara Jawa, khususnya Teluk Jakarta dan Perairan Semarang merupakan dua wilayah dengan tingkat kerentanan tertinggi terhadap banjir rob, erosi pantai, kerusakan ekosistem pesisir serta gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di pesisir.

Kondisi ini menuntut adanya intervensi strategis yang berbasis data ilmiah, terukur dan dapat memberikan landasan kuat bagi perencanaan infrastruktur perlindungan pesisir jangka panjang.

Menurut Kartika dalam perencanaan dan perancangan infrastruktur tanggul laut yang aman, efektif dan berkelanjutan dibutuhkan data dan analisis hidro-oseanografi yang berbasis ilmiah yang akurat, seperti data hidrografi, oseanografi dan meteorologi sebagai data dasar utama yang sangat menentukan ketepatan desain, ketahanan struktur terhadap dinamika laut serta upaya meminimalkan risiko lingkungan dan sosial di wilayah Teluk Jakarta dan Perairan Semarang.

Sebagai informasi, survei Hidro-Oseanografi telah dilaksanakan pada 20 November hingga dengan 29 Desember 2025 melewati serangkaian tahapan persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, pemodelan data dan analisis data yang berpedoman pada standar nasional dan internasional menghasilkan data yang lengkap, akurat dan hasil informasi pemodelan yang terbaik.

Berdasarkan metodologi dan cakupan survei, jenis data yang dikumpulkan meliputi data bathymetry (pemetaan kedalaman), data geofisika, pemodelan hidrodinamika, pola arus dan gelombang, analisis sedimen dan transportasi sedimen, serta data kualitas air.

Sementara itu, Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL Budi Purwanto saat ekspos hasil kegiatan survei hidro-oseanografi di Teluk Jakarta dan perairan Semarang menyebut bahwa TNI AL mendukung pelaksanaan survei dalam proses pembangunan tanggul laut yang merupakan Proyek Strategis Nasional melalui penyiapan data yang diperlukan.

Deputi I Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Sawarendro menyambut baik langkah KKP dalam membangun dan mengembangkan Pantai Utara Jawa sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengatasi persoalan kronis banjir rob dan kerentanan wilayah pesisir.

“Kami apresiasi langkah KKP dan Pushidrosal dalam pembangunan dan pengembangan Pantai Utara Jawa karena ini kebutuhan mendesak yang berorientasi pada mitigasi risiko bencana sekaligus penguatan ketahanan wilayah pesisir,” ujar Sawarendro.

Simak juga Video: Pramono Sebut Jakarta Sudah Bangun Giant Sea Wall Sepanjang 11,8 Km