Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengklaim rupiah menguat saat Thomas Djiwandono diputuskan terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Hal ini disampaikan Misbakhun usai mengadakan rapat internal Komisi XI DPR
“Dan Alhamdulillah hari ini rupiah menguat ke Rp 16.700 pada saat kita memutuskan Pak Thomas terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia,” ujar Misbakhun kepada awak media usai rapat internal, di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Saat ditanya lebih lanjut apakah penguatan rupiah tersebut merupakan dampak langsung dari terpilihnya Thomas, Misbakhun menjawab dengan nada syukur.
“(Jadi gara-gara Pak Thomas, rupiah menguat?) Alhamdulillah,” kata Misbakhun.
Menurut Thomas terpilihnya Thomas sebagai Deputi Gubernur BI merupakan kesepakatan bersama dari seluruh fraksi partai politik di Komisi XI. Bahkan, menurut Misbakhun, tidak ada catatan dalam artian negatif untuk Thomas, melainkan catatan positif.
“Semua secara musawarah mufakat. Tidak ada catatan sama sekali, bahkan banyak catatan-catatan yang masuk justru adalah catatan yang sangat positif. (Catatannya) tadi, mengenai komitmen untuk memperkuat profesionalisme, independensi BI, dan sebagainya,” imbuh Misbakhun.
Pada perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Berdasarkan data Bloomberg, nilai rupiah menguat terhadap dolar AS di level Rp 16.782 (0,23%).
Sebelumnya pada uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Thomas membeberkan pentingnya sinergitas antara otoritas fiskal dan otoritas moneter. Bahkan Thomas menjamin sinergitas antara otoritas fiskal dan moneter tidak akan mengintervensi kemandirian masing-masing lembaga.
“Saya tekankan sinergitas tersebut tidak mengurangi independensi masing-masing lembaga. Ini kritikal ini sesuatu yang menurut saya penting dilanjutkan dan sudah istilahnya pondasinya sudah ada dengan undang-undang dan perundangan yang berlaku,” ujar Thomas di Gedung DPR Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).






