Kenaikan Produksi Beras RI Diklaim Tertinggi Kedua di Dunia

Posted on

Kenaikan produksi beras nasional disebut mengalami kenaikan signifikan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut menurut prediksi dari Food and Agriculture Organization (FAO) produksi beras Indonesia tahun ini mencapai 35,6 juta ton, angka itu naik 4,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut Amran, dengan kenaikan produksi ini, Indonesia diklaim telah berkontribusi dalam menurunkan harga beras dunia. Ia menyebut, sebelumnya harga beras dunia mencapai US$ 460 per ton, kemudian saat ini turun menjadi US$ 370 per ton.

“Nah kenaikan (produksi) pangan kita tingkat dunia nomor 2 dunia. Brasil nomor 1, Indonesia nomor 2. Ini yang tadi kembali ini harga pangan dunia, ini penurunan terjadi tajam. Artinya rakyat Indonesia berkontribusi pada penduduk dunia yang mengkonsumsi pangan khususnya beras,” kata dia dalam sambutannya di Gerakan Pangan Murah di Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

Amran mengatakan, saat ini merupakan titik balik bagi Indonesia setelah sebelumnya sempat melakukan impor beras pada 2023 sebesar 7 juta ton. Ia menyebut, jika digabungkan dengan impor jagung, uang negara yang telah dikeluarkan mencapai Rp 100 triliun.

Sementara saat ini hingga bulan ke delapan 2025, Indonesia belum melakukan impor beras sama sekali. Cadangan beras pemerintah (CBP) juga sempat mencapai 4 juta ton.

“Tahun ini Alhamdulillah sampai Agustus, masuk September sebentar lagi itu tidak ada impor, kemudian tahun lalu stok 1 juta ton, tahun ini adalah 4 juta ton,” jelasnya.

Berikut ini prediksi produksi beras dunia menurut FAO:

1. Brasil
2023/2024 6,8 juta ton,
2024/2025 7,2 juta ton
2025/2026 8,3 juta ton
Total kenaikan produksinya 14,7%

2. Indonesia
2023/2024 34,6 juta ton
2024/2025 34 juta ton
2025/2026 35,6 juta ton
Total kenaikan produksinya 4,5%

3. Myanmar
2023/2024 17,2 juta ton,
2024/2025 16,6 juta ton
2025/2026 16,6 juta ton
Total kenaikan produksinya 1,9%

4. Filipina
2023/2024 12,8 juta ton,
2024/2025 12,3 juta ton
2025/2026 12,5 juta ton
Total kenaikan produksinya 1,6%

5. Bangladesh
2023/2024 40,4 juta ton,
2024/2025 40,1 juta ton
2025/2026 40,7 juta ton
Total kenaikan produksinya 1,5%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *