Direktur Utama PT ΚΑΙ Commuter Indonesia (KCI) Mochamad Purnomosidi menyebut pihaknya menyurati Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta perpanjangan jalur kereta rel listrik (KRL) hingga Cikampek, Jawa Barat.
“Perpanjangan KRL sampai Cikampek sekarang dalam tahap pembahasan. Kita sudah berkirim surat ke Bappenas karena harus ditindaklanjuti surat itu,” ujar Purnomosidi dalam konferensi pers di Commuterline Hall, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan perpanjangan jalur KRL ini baru dapat terlaksana setelah pemerintah bersama pihak terkait memasang listrik aliran atas (LAA) alias elektrifikasi di sepanjang rute itu. Harapannya dapat terwujud sebelum 2029 sesuai permintaan Presiden Prabowo Subianto.
“Kemarin sudah disampaikan KAI ke Bappenas semoga tidak lama lagi, karena target Presiden pun sebisa mungkin dalam waktu sebelum 2029 Cikampek itu sudah harus jalan, termasuk Merak,” terang Purnomosidi.
Untuk diketahui, dalam catatan detikcom, rencana perpanjangan jalur KRL Commuter Line Jabodetabek sampai Karawang dan Cikampek ini sudah dijanjikan sejak 2019, dan terakhir sempat dipertegas lagi pada 2024.
Saat ini Jalur KRL arah Bekasi itu masih mentok sampai Cikarang. Namun hingga kini belum ada upaya serius maupun rencana khusus terkait perpanjangan jaringan KRL.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria sempat mengatakan PT KAI (Persero) selaku induk KCI berencana melakukan elektrifikasi jalur rel kereta besar-besaran. Elektrifikasi jalur itu akan dilakukan hingga ke Cikampek dan Sukabumi
Hal ini dipaparkan Dony dalam rapat kerja Komisi XI DPR yang membahas persetujuan pencairan beberapa PMN untuk BUMN. ΚΑΙ sendiri mendapatkan suntikan modal Rp 1,8 triliun di tahun anggaran 2025.
“Untuk Kereta Api, tahun depan kita akan melakukan elektrifikasi di lima kota, termasuk di Jakarta itu adalah kereta api listrik sampai dengan Cikampek, kemudian sampai dengan Rangkasbitung, sampai dengan Sukabumi,” ujar Dony dalam rapat yang ditayangkan virtual, Senin (8/12/2025).
