Kata Purbaya Jika Anak Buah Terlibat Perusahaan China Kemplang Pajak: Dipecat!

Posted on

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa inspeksi mendadak (sidak) pada pekan depan ke perusahaan baja asal China yang tidak membayar pajak

Purbaya membidik 2 perusahaan baja asal China yang disidak.

“Nanti kita ramai-ramai ke sana, tadinya mau minggu ini, tapi belum siap orangnya. Minggu depan deh kita datang ramai-ramai ke perusahaan itu, kita datangin bos China-nya itu,” kata Purbaya kepada wartawan di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Dalam sidak nanti, Purbaya akan menelusuri ke mana laporan pajak 2 perusahaan tersebut, termasuk dugaan kongkalikong dengan oknum pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Jika terbukti, ia tidak segan akan merumahkan pegawai pajak yang bersangkutan.

“Pokoknya saya akan deteksi dia di situ, laporan pajaknya ke mana, kantornya mana, punya siapa, saya akan nanya satu dua tiga pertanyaan, habis itu saya rumahin semua orang pajaknya (yang terlibat),” tegas Purbaya.

Purbaya memastikan jika pengadilan sudah membuktikan pegawai tersebut terlibat, sanksi pemecatan akan dijatuhkan.

“Kalau ketahuan, dipecat. Kalau sudah terbukti, dipecat, tapi gua rumahin dulu,” ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan perusahaan baja ilegal asal China tidak hanya beroperasi di Jakarta, tetapi tersebar di berbagai daerah seperti Surabaya dan Medan.

Keberadaan mereka dinilai mengancam industri baja nasional yang patuh terhadap aturan.

“Yang itu di Jakarta kayaknya yang dua itu. Ada di Surabaya, ada di Medan, banyak itu. Jadi mereka menguasai ini lho, di sini diam-diam lho. Perusahaan-perusahaan China yang ilegal diam-diam bermain di sini dan menguasai pasar domestik sehingga perusahaan domestik, baja yang bayar pajak sesuai aturan, terancam bahkan banyak yang tutup. Masa itu mau kita biarkan? Jadi ini ancaman serius ya,” ungkap Purbaya.