Investasi Bisa Kerek Perluas Lapangan Kerja hingga Hilirisasi

Posted on

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) optimistis investasi strategis di sektor pendidikan dapat mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja. Menurut Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana, pentingnya kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan dukungan perguruan tinggi pada 18 proyek strategis hilirisasi yang dikelola Danantara. Ma’ruf menilai hal tersebut memberikan arah kebijakan yang semakin terintegrasi antara pengembangan sumber daya manusia, riset, dan investasi.

“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM, riset terapan, dan inovasi. Ini sangat relevan untuk memastikan investasi strategis benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Minggu (18/1/2026).

Menurut ia, keberadaan Danantara sebagai badan pengelola investasi strategis memiliki peran penting dalam mempercepat pembiayaan dan pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi. Dalam konteks tersebut, kawasan industri dipandang sebagai simpul eksekusi yang memastikan proyek berjalan efektif melalui ketersediaan lahan siap bangun, utilitas, kepastian layanan, serta ekosistem industri yang terintegrasi.

Menurutnya, relasi Danantara dan kawasan industri bersifat saling melengkapi. Danantara memperkuat sisi pembiayaan dan portofolio proyek strategis, sementara kawasan industri memastikan kesiapan lokasi dan ekosistem usaha, sehingga investasi dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata. Ma’ruf menegaskan bahwa keberhasilan 18 proyek strategis tersebut akan menciptakan siklus pertumbuhan yang saling menguatkan.

“Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh. Lapangan kerja tercipta. Pada saat yang sama, ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” tambah dia.

Dalam konteks percepatan investasi, pihaknya siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk mendukung kelancaran realisasi proyek, mulai dari kesiapan kawasan industri, fasilitasi perizinan, hingga pengawalan isu-isu debottlenecking yang kerap dihadapi investor.

Di sisi penguatan SDM dan riset, ia menegaskan komitmennya untuk terus menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan tinggi. Komitmen tersebut sebelumnya ditegaskan melalui nota kesepahaman yang ditandatangani di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, yang berfokus pada penyelarasan kurikulum, riset terapan, dan dukungan terhadap agenda hilirisasi industri.

“HKI siap terlibat aktif dalam menindaklanjuti arahan Presiden. Kawasan industri dapat menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan,” terang Ma’ruf.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, Danantara, perguruan tinggi, dan pelaku kawasan industri dapat berjalan konsisten dan terukur, sehingga agenda hilirisasi dan investasi strategis tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan.