IHSG Bisa Tembus 10.000 Seperti Kata Purbaya, Asal… baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menembus level 10.000 seperti yang diyakini oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, kenaikan IHSG harus didorong oleh pondasi ekonomi yang kuat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menilai IHSG menembus level 10.000 pada tahun ini bukan sesuatu yang mustahil diraih.

“Tentunya bila mana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan juga peran investor domestik itu meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai,” ujar Inarno dalam dalam RDKB Desember yang disiarkan secara daring, Jumat kemarin.

Meski demikian, Inarno menekankan bahwa kenaikan IHSG harus didorong oleh pondasi ekonomi yang kuat. Tak hanya itu, peran investor domestik, baik ritel maupun institusi agar pasar modal Indonesia memiliki daya tahan yang tinggi.

Selain fundamental emiten, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh berbagai dinamika, baik dari dalam negeri maupun gejolak global. Oleh karena itu, investor diminta tidak hanya terpaku pada angka, tapi juga jeli melihat keadaan.

“Dan tentunya kami tidak pernah jemu-jemu untuk selalu mengingatkan bahwa keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan dan juga pengelolaan risiko yang baik,” tambah Inarno.

Dari sisi regulator, OJK berkomitmen menjaga pasar agar tetap berjalan teratur, wajar, dan efisien dengan fokus menciptakan ekosistem yang sehat dan berintegritas. Dengan begitu, potensi pertumbuhan indeks ya maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan bukan hanya karena momentum jangka pendek.

Inarno juga mengingatkan kembali pesan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar saat pembukaan perdagangan bursa 2026. Ada tiga kebijakan utama yang menjadi fokus perhatian demi mengawal penguatan pasar saham.

“Antara lain adalah peningkatan kualitas emiten, free float, dan juga peningkatan peran investor institusi baik global maupun domestik,” imbuh Inarno.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Jumat (9/1/2026), IHSG menguat ke level 8.936 atau naik 11,28 poin (0,13%). IHSG dibuka di level 8.969 dan mencapai posisi tertinggi 8.981 serta terendah ke level 8.908.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi IHSG bisa tembus level 10.000 pada tahun ini. Hal ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang diyakini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pelaku pasar siap-siap saja, tahun ini (IHSG) 10.000 itu bukan angka yang mustahil dicapai. (Dasarnya) dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik dibanding tahun lalu,” kata Purbaya di Gedung BEI pada pembukaan perdagangan awal tahun.