Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan rata-rata harga nasional Minyakita mencapai Rp 16.800/liter. Harga ini masih terpantau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700/liter.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan menjamin harga minyak goreng rakyat ini akan segera turun seiring dengan penyaluran Minyakita melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan. Ia menargetkan harga Minyakita akan turun sebelum momentum Ramadan tiba.
“Nah kita harapkan dengan pengaturan minimal 35% ini bisa menggeret harganya tuh sesuai dengan HET. Ya sebelum lebaran, sebelum puasa ini lah. Akhir Januari atau awal Februari,” ujar Iqbal saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Iqbal memaparkan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025, produsen wajib menyetorkan Domestic Market Obligation (DMO) minimal 35% kepada BUMN Pangan (Bulog dan ID Food). Per 20 Januari 2026, realisasinya baru mencapai 14%.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Nah kita udah komunikasi juga dengan beberapa produsen itu bahkan sudah menjalin kontrak dengan BUMN Pangan dan sudah siap memenuhi batas minimal 35%,” tambah Iqbal.
Iqbal menegaskan tidak ada kendala antara swasta dan BUMN terkait realisasi aturan baru tersebut. Kesepakatan harga sudah dicapai bahkan sebelum aturan tersebut diluncurkan. Pemerintah kini tinggal memonitor laporan faktual setiap tanggal 10 setiap bulannya.
Ia pun menyoroti kalangan mampu yang masih ikut mengonsumsi minyak goreng subsidi tersebut. Iqbal mengingatkan bahwa Minyakita sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah.
Masyarakat kelas menengah ke atas diimbau tetap membeli minyak goreng premium, seperti Bimoli atau Filma. Iqbal menyebut harga minyak goreng premium stabil stabil di kisaran Rp22.000/liter-23.000/liter serta harga minyak goreng second brand juga stabil di Rp19.000/liter-20.000/liter.
“Minyakita itu ditujukan kepada masyarakat menengah ke bawah. Nah melalui forum ini kita juga ingin menyampaikan nih, mbok ya menengah ke atas ya, sesuai lah. Mobilnya BUMN masa isinya Pertalite gitu ya kan,” terang Iqbal.
