Harga emas terus mencatatkan tren peningkatan dalam satu tahun terakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi tersebut berpotensi untuk menguntungkan bisnis di lingkup komoditas emas (bullion) hingga bisnis pergadaian.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan kenaikan harga emas dapat memberikan peluang positif bagi industri pergadaian.
“Kenaikan harga emas dapat memberikan peluang positif bagi industri pergadaian melalui melalui peningkatan nilai taksiran jaminan yang memungkinkan peningkatan penyaluran pembiayaan bagi masyarakat,” ujar Agusman, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2025).
Meski demikian, menurutnya perusahaan gadai tetap perlu menjaga diversifikasi agunan, tidak hanya berfokus pada bisnis gadai emas. Hal ini penting untuk memitigasi risiko volatilitas harga emas.
Selain itu, Agusman juga menilai tren ini juga berpotensi menguntungkan ekosistem bulion secara keseluruhan. Hal ini seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan lindung nilai.
Sebagai informasi, pada Sabtu (10/1/2026) harga emas 24 karat keluaran Antam berada di level Rp 2.602.000 per gram. Harga emas naik naik Rp 25.000 per gram setelah hari sebelumnya menurun.
Berdasarkan situs Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 1.351.000. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 25.570.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.524.600.000.
Sementara untuk buyback, harga emas juga ikut naik sebesar Rp 23.000 per gram menjadi Rp 2.455.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.






