Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel pada Januari 2026 sebesar Rp 13.631 per liter ditambah ongkos angkut.
Harga ini naik Rp 250 per liter dari harga Desember 2025 sebesar Rp 13.381 per liter.

Dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan (Ditjen EBTKE), Senin (5/1/2026) harga baru ini mulai berlaku Januari 2026.
Adapun besaran HIP BBN Biodiesel tersebut ditetapkan sesuai dengan diktum Kesatu Keputusan Menteri ESDM No. 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (Biofuel) yang dicampurkan ke dalam jenis bahan bakar minyak.
Secara lebih rinci, perhitungan harga HIP BBN Biodiesel diperoleh dari formula, HIP = (Harga CPO KPB Rata-Rata + 85 US$/ton) x 870 kg/m³ + Ongkos Angkut.
Untuk informasi, Harga CPO KPB Rata-Rata (25 November 2025 – 24 Desember 2025) adalah Rp 14.250/kg. Kemudian 85 US$/ton merupakan nilai konversi bahan baku menjadi biodiesel. Sementara 870 kg/m³ adalah faktor satuan dari kilogram ke liter. Lalu untuk konversi nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp 16.684/US$.
Selanjutnya, HIP Bioetanol Januari ditetapkan sebesar Rp 8.438 per liter. Harga ini naik tipis jika dibandingkan Desember 2025 sebesar Rp 8.428.
Perhitungan HIP BBN Bioetanol tersebut, menggunakan formula yang telah ditetapkan, yaitu HIP = (Harga Tetes Tebu KPB Rata-Rata Periode 3 Bulan x 4,125 kg/L) + 0,25 US$/L.
Dengan harga tetes tebu KPB Rata-Rata 15 Agustus 2025 – Desember) adalah Rp 1.034 per kg.
Selanjutnya, 4,125 kg/L merupakan faktor satuan konversi dari kilogram ke liter. Lalu untuk 0,25 US$/L adalah nilai konversi bahan baku menjadi bioetanol. Untuk konversi nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp 16.685/US$.
Saksikan Live DetikSore :
Tonton juga video “Inovasi Minyak Goreng Bekas Jadi Biodiesel-Bahan Bakar Pesawat”





