Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana Indonesia membangun ekosistem semikonduktor. Dalam pelaksanaannya akan menggandeng perusahaan Inggris, ARM Holdings.
Airlangga mengatakan rencana itu telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Pendanaan awal untuk kerja sama disiapkan senilai US$ 125 juta atau setara Rp 2,1 triliun (kurs Rp 16.872).
“Kita akan mengembangkan ekosistem untuk semikonduktor dan kita akan bangun dengan Inggris untuk ekosistem semikonduktor Indonesia. Pak Presiden menyiapkan US$ 125 juta untuk bekerjasama dengan ARMs Inggris dan itu bisa ditingkatkan sampai lebih dari sana,” kata Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).
Airlangga menyebut pengembangan ekosistem semikonduktor bersifat strategis karena kebutuhan chip terus meningkat di berbagai sektor.
“Karena semikonduktor ini digunakan selain untuk elektronik, tetapi juga yang tertinggi adalah untuk otomotif, untuk internet of things dan untuk data center,” tutur Airlangga.
Airlangga menjelaskan bahwa ARM sebelumnya berperan menyusun peta jalan pengembangan semikonduktor di Malaysia dan menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia.
Airlangga mengakui saat ini Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain. Meski demikian, peluang tetap terbuka besar.
“Ini namanya catching up game. Kita catching up terhadap market yang kita punya besar,” ujarnya.
Tonton juga Video: Pemerintah Dorong KEK Jadi Pusat Pengembangan Semikonduktor dan AI






