Raksasa otomotif asal China, BYD, resmi menyalip pesaing asal Amerika Serikat (AS), Tesla, sebagai penjual mobil listrik terbesar di dunia. Pencapaian ini menandai kebangkitan BYD dalam industri mobil listrik global.
Dilansir dari CNBC, Sabtu (3/1/2026), kenaikan BYD terasa ironis mengingat lebih dari satu dekade lalu, CEO Tesla sempat menertawakan produk BYD dan meremehkan perusahaan tersebut.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Dalam wawancara Bloomberg pada 2011, Musk menyebut BYD bukan pesaing Tesla dan bahkan mengatakan produknya tidak istimewa. Dalam pernyataan yang dirilis Kamis, BYD menyebut penjualan mobil listrik berbasis baterainya melonjak hampir 28% menjadi 2,26 juta unit sepanjang tahun.
Angka itu cukup untuk menempatkan BYD di puncak penjualan global kendaraan listrik. Sementara itu, Tesla melaporkan pengiriman 1,64 juta kendaraan sepanjang 2025, sejalan dengan estimasi internal perusahaan sekitar 1,6 juta unit.
Capaian tersebut justru mencerminkan penurunan sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi penurunan tahunan kedua secara beruntun bagi Tesla. Kinerja Tesla pada kuartal keempat 2025 juga melemah.
Pengiriman kendaraan pada periode tersebut turun sekitar 16% dibandingkan kuartal IV 2024, ketika Tesla mencatat pengiriman hampir 496 ribu unit. Bagi Tesla, angka pengiriman kerap digunakan sebagai indikator penjualan, meski perusahaan tidak secara rinci mendefinisikannya dalam laporan ke pemegang saham.
Perubahan peta persaingan ini menegaskan pergeseran kekuatan di industri kendaraan listrik global, dengan produsen China semakin dominan di tengah tekanan yang dihadapi pemain lama seperti Tesla.






