Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation fokus menyediakan kebutuhan esensial dan mendorong inklusi sosial dan ekonomi. Salah satunya adalah melalui program urban farming untuk memperkuat kapasitas petani urban dan pelaku usaha kecil di sektor pangan.
Dengan kombinasi dukungan finansial, pengetahuan teknis, dan akses ke pasar, urban farming dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menyampaikan ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi keberlanjutan sebuah bangsa karena memastikan masyarakat memiliki akses pada pangan yang cukup, bergizi, aman dan terjangkau.
“Melalui inisiatif urban farming, kami tidak hanya berupaya menyediakan sumber pangan yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memberdayakan masyarakat rentan agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan peluang ekonomi. Kami percaya, kolaborasi dan inovasi di tingkat komunitas dapat menjadi solusi nyata menghadapi tantangan pangan di masa depan,” ujar Lim dikutip dari website DBS Indonesia, Sabtu (30/8/2025).
Data dari World Resources Institute menunjukkan sekitar 800 juta orang di dunia masih menghadapi kelaparan, dan produksi pangan global masih perlu ditingkatkan sebanyak 56 persen untuk dapat memenuhi kebutuhan populasi dunia yang diperkirakan akan terus bertambah hingga tahun 2050.
Kondisi ini diperparah dengan penemuan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menunjukkan bahwa 30-50 persen pangan yang diproduksi secara global justru hilang atau terbuang sebelum sampai ke tangan konsumen.
Bank DBS Indonesia pun meyakini bahwa setiap individu termasuk karyawan memiliki peran penting dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat rentan. Aksi karyawan Bank DBS Indonesia aktif terlibat dalam kegiatan berkebun di FoodCycle Farm yang dikelola oleh FoodCycle Indonesia di Cisauk, Tangerang.
Hal ini merupakan bagian dari pilar keberlanjutan ketiga Bank DBS Indonesia, yakni Impact Beyond Banking, yang menciptakan dampak positif diluar perbankan.
Melalui kegiatan urban farming, karyawan aktif terlibat dalam memanen, menanam serta mengolah sampah organik menjadi kompos melalui pendekatan sistem sirkuler pangan atau circular food system untuk mendukung zero food waste.