Pemerintah mempercepat proses izin dari 40 ribu lebih sumur minyak masyarakat yang telah diinventarisasi. Hal ini dilakukan guna meningkatkan lifting minyak nasional.
Total dari 40 ribu lebih sumur minyak masyarakat tersebut, sebagian izinnya telah diterbitkan Kementerian ESDM. Wilayah izin sumur masyarakat yang telah terbit antara lain yakni Jambi dan Sumatera Selatan.
Percepatan izin ini merupakan salah satu strategi dari tiga strategi yang bakal dilakukan Kementerian ESDM dalam memenuhi target lifting minyak tahun ini yakni sebesar 610 barel.
“Meningkatkan program lifting dengan tiga metode. Yang pertama adalah sumur-sumur tua kita, kita tetap melakukan reaktivasi terus, bahkan sekarang untuk 40 ribu lebih sumur masyarakat, sebagian sudah kita izinnya keluar, seperti di Jambi, di Sumsel, sekarang di Jawa Tengah sekarang kita mempercepat proses perizinannya agar mereka juga bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, Kamis (22/1/2026).
Selanjutnya, Bahlil akan tetap melanjutkan penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) di sejumlah lapangan migas.
“Dan yang ketiga adalah bagaimana yang POD-POD sudah selesai kita juga melakukan percepatan. Ini kita sudah panggil dengan semua KKKS,” tutur Bahlil.






