Badan Pengelola Investasi Danantara menggelontorkan sekitar Rp 655 miliar untuk membangun hunia warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Hal ini disampaikan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Rosan mengatakan pihaknya telah berencana menyerahkan sebanyak 600 unit Hunian Rumah Danantara (Huntara) kepada pemerintah daerah. Selain Huntara, pihaknya juga akan menyerahkan sejumlah fasilitas lainnya, seperti mushola, dapur umum, wifi, 14 unit toilet hingga 120 unit kamar mandi.
“Jadi Rumah Hunian Danantara ini akan kita serah terima kan 8 Januari sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah,” kata Rosan dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).
Rosan menerangkan dalam waktu 3 bulan ke depan, sebanyak 15.000 unit rumah dapat rampung. Dari total tersebut, sebanyak 12.000 unit dibangun di Provinsi Aceh, di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah 2.000 unit dan Sumatera Barat 500 unit.
“Dan ini berdiri yang kamu bangun di lahan PTPN sudah kami lakukan land clearing. Bersama itu juga ukuran luasnya kurang lebih setengah kali empat setengah meter persegi per unit atau 22 meter per unit,” jelas Rosan.
Dalam proses pembangunan ini Rosan menyebut sebanyak 1.635 orang dipekerjakan selama 24 jam. Pekerja ini berasal dari pekerja BUMN Karya, seperti Hutama Karya, Waskita Karya, Adhi Karya, hingga PP. Adapun pembangunan hunian ini di atas lahan 5,8 hektar yang dapat diperluas hingga 13 hektar.
“Pada saat ini sudah menargetkan pengeluaran dari CSR BUMN Rp 1 triliun yang. Di mana dengan selesainya rumah dan juga bahan-bahan lain yang sudah berikan sampai saat ini mencapai Rp 655 miliar. Jadi dan itu yang sudah kami keluarkan, kita insya Allah bisa mengakselerasi sama bangunan-bangunan yang ada sehingga pembangunan hunian Danantara ini layak dan berkelas,” terang Rosan






