Badan Pengelola Investasi Danantara menganggarkan dana tanggung jawab sosial (CSR) BUMN sebesar Rp 1 triliun untuk pembangunan hunian dan fasilitas pendukung usai bencana di wilayah Sumatera. Hal ini disampaikan oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.
“Kami pada saat ini sudah menargetkan untuk pengeluaran dari CSR seluruh BUMN kurang lebih kita anggarkan Rp 1 triliun. Yang di mana dengan selesainya rumah dan juga bahan-bahan lain yang kita sudah berikan pada saat ini, sudah mencapai kurang lebih 655 miliar. Jadi dana itu yang sudah kami keluarkan,” ujar Rosan dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).
Rosan menargetkan Danantara akan membangun 15.000 unit hunian yang tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh sebanyak 12.000 unit, Sumatera Utara sebanyak 2.000 unit, dan Sumatera Barat sekitar 500 unit dalam waktu tiga bulan.
Dalam waktu dekat, Danantara akan menyerahkan sebanyak 600 unit hunian kepada pemerintah daerah.
“Dan tidak hanya hunian Danantara saja, tapi bersama itu juga kita serahkan ada taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, dapur umum sebanyak 14 unit, dan toilet dan kamar mandi juga 120 unit yang akan kami serahkan,” terang Rosan.
Rosan menjelaskan pembangunan hunian ini berdiri di atas lahan PTPN yang telah dibersihkan. Dalam proses pembangunannya, pihaknya mempekerjakan sebanyak 1.635 orang selama 24 jam. Pekerja tersebut berasal dari BUMN Karya, Hutama Karya, ada Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, Nindya Karya, dan juga Adhi Karya.
“Dan insyaallah kita bisa mengakselerasi semua pembangunan yang ada, sehingga pembangunan rumah Hunian Danantara ini adalah yang kita bilangnya layak dan beradab dan atau civilized,” jelasnya.






