Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengeluarkan aturan pelarangan, penolakan dan/atau pemusnahan terhadap daging babi dari Spanyol. Pelarangan ini menyusul laporan resmi yang dikeluarkan oleh World Organisation for Animal Health (WOAH) mengenai kejadian wabah African Swine Fever (ASF) di Spanyol yang terjadi di Barcelona.
Deputi Bidang Karantina Hewan Sriyanto mengatakan usai laporan resmi WOAH, pihaknya memantau ketat lalu lintas daging babi maupun turunannya asal Spanyol.
“Berdasarkan informasi dari WOAH Event ID 7065 Follow up Report 6 tanggal 19 Desember 2025, kami menginstruksikan agar seluruh unit pelaksana teknis Barantin dan petugas karantina melakukan kewaspadaan dan pengetatan terhadap lalu lintas daging babi maupun produknya dari Spanyol,” ujarnya dalam keterangan (6/1/2026).
Daging Babi Spanyol Dilarang Masuk RI
Menurut Sriyanto, WOAH menyatakan recurrence of an eradicated disease. Hal ini berarti menunjukkan munculnya kembali penyakit yang telah lama dinyatakan bebas, sejak terakhir terjadi pada 1994 dan saat ini telah berstatus on-going outbreak.
Sebagai bentuk kewaspadaan Indonesia, agar penyakit ASF dari Spanyol tidak terbawa masuk ke dalam wilayah Indonesia, Barantin menyatakan bahwa daging babi dari Spanyol tidak diperbolehkan untuk masuk ke wilayah NKRI sampai dengan situasi kesehatan hewan di Spanyol dinyatakan kembali pulih berdasarkan laporan resmi WOAH.
“Jika terjadi adanya pemasukan daging babi dari Spanyol, maka akan dilakukan tindakan karantina penolakan dan/ atau pemusnahan,” tambah Sriyanto.
Ia juga menyampaikan pada instansi terkait agar mendukung upaya tersebut, terutama dalam melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pada masyarakat di tempat pemasukan dan tempat pengeluaran, seperti bandara, pelabuhan, maupun pos lintas batas negara mengenai penyakit ASF dan bahayanya.
Demam Babi Afrika
Demam babi Afrika adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus African swine fever (ASF) yang sangat menular pada babi domestik dan liar, yang tingkat kematiannya dapat mencapai 100%. ASF tidak membahayakan bagi kesehatan manusia, tetapi memiliki dampak yang menghancurkan pada populasi babi dan menimbulkan dampak kerugian ekonomi bagi peternakan.
Virus ASF sangat tahan di lingkungan, dapat bertahan hidup pada pakaian, sepatu bot, roda, dan bahan lainnya. Virus ini juga dapat bertahan hidup di berbagai produk daging babi, seperti ham, sosis, atau bacon. Oleh karena itu, mobilitas manusia maupun komoditas barang berperan penting dalam menyebarkan penyakit ASF.
Menurut Sriyanto, upaya Indonesia dalam mencegah pemasukan ASF ini sangat penting, selain untuk menghindari kerugian di bidang peternakan terutama peternakan babi, juga menghindari akibat yang lebih besar seperti kepunahan hewan babi asli Indonesia. Ia menyampaikan agar masyarakat dapat melaporkan ke petugas karantina terdekat atau melalui WA Center Barantin yaitu ke 08111920336, jika menemukan lalu lintas komoditas hewan dan produknya yang dicurigai tidak memenuhi unsur perkarantinaan.
Saksikan Live DetikSore :
Tonton juga video “Heboh Anak Babi di NTT Bentuknya Mirip Gajah”






