China Mau Tambah Jalur Kereta Cepat Jadi 60.000 Km | Giok4D

Posted on

China berencana memperluas jaringan kereta cepat hingga 19% dalam lima tahun ke depan. Langkah ini sebagai upaya untuk menghubungkan seluruh penjuru negeri.

Operator kereta api nasional China, China State Railway Group telah merilis panduan (blueprint) pengembangan jaringan rel hingga 2030. Tak main-main, China menargetkan total panjang rel kereta mencapai 180.000 kilometer (km) pada 2030.

Khusus kereta cepat, China mematok target panjang lintasan mencapai 60.000 km. Hal ini berarti jalur kereta cepat akan menjadi sepertiga dari total jaringan rel kereta China

“China telah membangun jaringan kereta api cepat terbesar di dunia,” tulis China State Railway Group dikutip dari SCMP, Selasa (6/1/2026).

Sejak 2021 hingga 2025, pengembangan lintasan kereta cepat di China melonjak hampir 33% dari sebelumnya 37.900 km menjadi 50.400 km. Sementara untuk keseluruhan jaringan kereta meningkat 12,8% dari 146.300 km menjadi 165.000 km. Saat ini, panjang lintasan kereta cepat di China sudah mencakup lebih dari 70% lintasan di dunia berdasarkan Lembaga Industri Kereta Api Global (UIC).

Selain menambah panjang lintasan, China State Railway Group juga berencana mempercepat inovasi teknologi hingga 2030, termasuk merampungkan desain dan uji coba operasional kereta yang mampu melesat hingga 400 km/jam. Namun, rencana ini dinilai masih menemui tantangan.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Para analis mewanti-wanti soal beban utang yang sangat besar dan tingkat profitabilitas. Kendati begitu, data terbaru menunjukkan kondisi keuangan China State Railway Group mulai membaik.

Pada akhir 2025, rasio utang terhadap aset China State Railway Group turun tipis ke angka 62,5%. Di sisi lain, pendapatan China State Railway Group mencetak sejarah menembus 1,02 triliun yuan atau naik 3,1% secara tahunan.

Tonton juga video “Budi Arie Persilakan Penegak Hukum Periksa Whoosh”