Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono menegaskan tidak lagi menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret 2025. Hal ini ia ungkapnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI, Senin (26/1/2026).
Mulanya, ia ditanya oleh anggota DPR RI Partai Golkar Muhidin Mohamad Said soal dirinya apakah masih menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra.
“Bapak masih anggota bendahara Partai Gerinda? Apakah bapak sudah mengundurkan diri?” tanya Muhidin.
Ketika mendapatkan pertanyaan tersebut, Thomas menegaskan tak lagi menjabat sejak Maret 2025.
Thomas mengatakan pengunduran diri tersebut terjadi ketika ia masih bertugas di Kementerian Keuangan.
“Apakah saya masih menjabat bendahara umum? Jawabannya tidak Pak. Itu sejak bulan Maret 2025, di mana saya sudah tidak lagi, saya waktu itu meminta izin juga karena waktu itu masih di Kemenkeu saya berizin untuk tidak menjadi bendahara umum karena sudah 17 tahun. Jadi perlu ada regenerasi lah,” jelas keponakan Presiden Prabowo itu.
Selain itu, Thomas menegaskan tidak lagi menjadi anggota Partai Gerindra per 31 Desember 2025. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dirinya yang bakal menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia.
“Menambah itu, saya juga bukan anggota Gerinda per 31 Desember tahun ini dan ini adalah komitmen saya terhadap independen bank Indonesia tapi yang kedua adalah rasa profesionalisme,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Thomas sekaligus menunjukkan surat resmi pengunduran diri dari keanggotaan partai politik kepada pimpinan dan anggota DPR RI sebagai bukti formal.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Resmi pak, surat pengunduran diri saya dari DPP Gerindra,” sambil menujukan surat tersebut. petinggi






