Komisi XI DPR RI mulai melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Calon pertama yang diuji adalah Solikin M Juhro, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.
Dalam pemaparannya, Solikin menyampaikan gagasan kebijakan dengan tema besar ‘Memperkuat Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, Berdaya Tahan dan Inklusif untuk Indonesia Maju’.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Tema ini kami pandang strategis dan relevan karena sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, serta aspirasi seluruh masyarakat Indonesia guna mewujudkan Indonesia maju dan mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap yang hingga saat ini masih menjadi tantangan,” kata Solikin di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jumat (23/1/2026).
Guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan, menurutnya diperlukan penguatan stabilitas makro ekonomi keuangan sebagai prasyarat fundamental. Dengan begitu proses transformasi ekonomi dinilai bisa berlangsung secara sehat dan memberikan manfaat merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai informasi, Solikin mengawali karir di BI pada tahun 1994. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Institut BI (2017-2022) dan kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2022-2023).
Dirinya memiliki background ekonomi yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Airlangga pada tahun 1991.
Kemudian, Solikin mendapatkan gelar Master of Applied Economics dari University of Michigan pada tahun 1998. Selain itu, dirinya juga meraih gelar Master pada Bidang Economics di Maryland University pada 2001 dan mencapai gelar Doktor di Bidang Economics Monetary di Universitas Indonesia pada 2005.
