Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar Rp 5,73 juta terlalu kecil. Ia meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menaikkan UMP menjadi Rp 5,89 juta atau sesuai standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Said Iqbal menilai biaya hidup di Jakarta lebih mahal dibanding kota-kota besar dunia lainnya seperti Kuala Lumpur, Hanoi, hingga Bangkok. Ia mengaku heran kenapa Pramono menaikkan UMP DKI Jakarta menjadi Rp 5,73 juta.
“Jakarta kota yang mahal, di Jakarta banyak orang kaya, kenapa murah sekali upahnya? Rp 5,73 juta. Gubernur Jakarta nggak boleh terkungkung oleh aturan-aturan di PP/49, itu kan minimal. Faktanya kata Bank Dunia, Jakarta kota yang mahal,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/1/2026).
Ia juga menyinggung standar pendapatan per kapita penduduk DKI Jakarta menurut International Monetary Fund (IMF) dan World Bank yang mencapai US$ 21.000 atau sekitar Rp 343 juta per tahun. Jika dihitung per bulan, maka angkanya berada di kisaran Rp 28 juta.
“Bank Dunia dan IMF menyatakan pendapatan per kapita penduduk Jakarta adalah sekitar US$ 21.000 per tahun atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 343 juta per tahun, atau kalau rata-rata per bulan pendapatan per kapita penduduk Jakarta adalah Rp 28 juta,” tambah dia.
Ia lalu mengusulkan agar buruh penerima upah minimum diberikan subsidi Rp 200 ribu per bulan selama satu tahun. Skema itu dimaksudkan untuk menutup ketertinggalan daya beli di tengah lonjakan harga kebutuhan hidup di Jakarta.
“Beri subsidi upah Rp 200 ribu selama setahun. Jadi semua buruh penerima upah minimum, kalau nggak boleh naikkan 100% KHL, tadi, ikasih subsidi Rp 200 ribu per bulan selama setahun kepada penerima upah minimum. Ini agar bisa mengejar ketertinggalan harga barang-barang yang melambung tinggi dan daya beli yang menurun,” bebernya.
Atas dasar itu, Said Iqbal meminta DPR memanggil Pramono untuk mendorong terobosan politik yang berani dalam kebijakan upah. Aspirasi ini akan disampaikan dalam aksi demonstrasi yang rencananya berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2025 di Kawasan DPR RI.
Tonton juga video “Demo Buruh Tuntut UMP DKI Naik jadi Rp 5,8 Juta”






