Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok daging sapi dan kerbau awal tahun hingga Ramadan dalam keadaan aman. Total stoknya dari Januari hingga Maret disebut mencapai 185,4 ribu ton.
Jumlah itu merupakan total dari data Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per 6 Januari 2026. Pertama stok awal tahun 2026 berada di 41,7 ribu ton.
Kemudian ditambah produksi dalam negeri dan hasil potong sapi/kerbau bakalan impor selama 3 bulan nanti dapat mencapai 125,2 ribu ton. Sementara estimasi realisasi impor Januari sampai Maret 18,5 ribu ton.
“Dengan itu, total ketersediaan Januari sampai Maret dapat mencapai 185,4 ribu ton, sedangkan proyeksi kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional untuk periode yang sama berada di 179 ribu ton. Ini berarti masih ada surplus ketersediaan terhadap konsumsi yang diproyeksikan di angka 6,3 ribu ton,” tulis keterangan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dikutip Sabtu (24/1/2026).
Untuk memastikan stok dan keberlangsungan penjualan pedagang, pemerintah menetapkan harga sapi hidup di angka Rp 55.000/kilogram (kg). Harga ini diterapkan selama Ramadan sampai Idulfitri agar pedagang daging ruminansia dapat memberikan harga yang baik dan wajar ke masyarakat.
Apabila ada pelaku usaha penggemukan sapi/kerbau (feedlotter) yang melepas ke pelaku usaha potong hewan dengan harga melebihi Rp 55.000/kg, dipastikan pemerintah akan melakukan tindakan tegas. Melalui kesepakatan harga sapi hidup ini, diharapkan akan berimplikasi positif pada Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen, sehingga daya beli masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri terus terjaga.
“Kami cek, masih di bawah HAP. Rp 55.000/kg. HAP-nya Rp 56.000/kg. Kalau ada aku temukan di antara (pemegang kuota impor sapi/kerbau bakalan) 700 ribu ekor, ini perusahaannya 80 perusahaan, aku temukan (melanggar HAP), aku cabut izinnya,” lanjut Amran.
Adapun HAP tingkat produsen dan HAP tingkat konsumen untuk daging ruminansia telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024. HAP tingkat produsen sapi hidup ditetapkan di Rp 56.000 sampai Rp 58.000/kg. Sementara HAP tingkat konsumen untuk daging sapi segar/chilled paha depan Rp 130.000/kg, segar paha belakang Rp 140.000/kg, paha depan beku Rp 105.000/kg, dan daging kerbau beku Rp 80.000/kg.
Terkait kondisi harga daging sapi sampai minggu ketiga Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan mulai ada peningkatan jumlah daerah yang mengalami penurunan harga di tingkat konsumen. Pada awal Januari 2026 ada 13 daerah yang mengalami penurunan harga daging sapi, sedangkan sampai minggu ketiga Januari menjadi 14 daerah.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.






