Bisnis restoran di Singapura berdarah-darah. Ratusan kios kuliner tercatat mengalami penutupan per bulannya pada 2024 dan 2025. Kini penutupan juga dilakukan oleh warung padang tertua di Negeri Singa, bernama Warong Nasi Pariaman. Warung tersebut sudah buka di Singapura sejak 1946.
Setelah 78 tahun menjual makanan khas Indonesia, warung tersebut mengumumkan tutup permanen mulai 31 Januari 2026. Pengumuman disampaikan melalui akun Instagram dan Facebook Warong Nasi Pariaman.
“Terima kasih atas dukungan, cinta, dan kenangan manis Anda bersama kami selama ini,” tulis restoran tersebut dalam pengumumannya, dikutip dari The Straits Times, Sabtu (24/1/2025).
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Menurut platform online Singapore Infopedia milik National Library Board, Warong Nasi Pariaman diyakini sebagai restoran nasi padang tertua di Singapura. Pada tahun 2016, warung ini masuk dalam daftar penerima Heritage Heroes Awards sebagai restoran tertua dan melestarikan kuliner lokal.
Warong Nasi Pariaman terkenal dengan hidangan khasnya dari kota pesisir Sumatera Barat, Indonesia, yang menjadi asal nama restoran ini.
Sayangnya, restoran padang tersebut tidak memberi tahu alasan penutupan permanen itu. The Straits Times melaporkan telah menghubungi Warung Nasi Pariaman untuk informasi lebih lanjut.
Terdapat dugaan, penutupan restoran yang berlokasi di Kampong Glam Singapura itu karena harga sewa kios yang naik. Mengutip dari CNA, harga sewa kios di Kampong Glam mengalami kenaikan dari sekitar 3.000 dolar Singapura menjadi hampir 10.000 dolar Singapura selama beberapa tahun terakhir.
Penutupan ini sebenarnya juga berbarengan dengan kondisi bisnis kuliner di Singapura yang kian terpuruk. Mengutip Reuters, pada Kamis (19/6/2025), laporan CNA menyebutkan rata-rata 307 kios makanan dan minuman tutup setiap bulan di Singapura sepanjang 2025.
Rata-rata kios makanan yang tutup ini tercatat terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2024 lalu rata-rata 254 kios tutup per bulan, dan sekitar 230 kios tutup per bulan pada 2022 hingga 2023 kemarin.
Secara keseluruhan rasio penutupan kios terhadap pembukaan di Singapura pada 2025 dan 2024 jauh lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya saat pandemi, yang menunjukkan bagaimana sektor kuliner kian terpuruk di Negeri Singa ini.






