Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan banyak lahan sawah yang terdampak akibat bencana banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Kondisi tersebut diperkirakan akan memengaruhi produksi beras di 2026.
“Jadi mungkin sudah menyaksikan di televisi bahwa karena banjirnya juga begitu masif dan luar biasa, banyak sawah-sawah para petani yang tergenang oleh air cukup tinggi. Otomatis ini berpengaruh terhadap nanti produksi di tahun 2026,” kata dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025).
Meski demikian, dia meyakini perbaikan sawah yang rusak akibat banjir besar di tiga wilayah tersebut akan dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pertanian.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Mungkin tentu tindak lanjut dari perbaikan fasilitas ataupun sarana serta perbaikan-perbaikan sawah tersebut nanti akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Pertanian,” terangnya.
Untuk tugas dari Bulog, tetap dipastikan akan melakukan penyerapan semua kualitas beras yang diproduksi daerah. Hal ini juga sebagaimana penugasan dari Presiden Prabowo Subianto untuk terus meningkatkan ketahanan stok beras nasional.
“Namun prinsipnya, Bulog akan terus semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, termasuk juga penyerapan gabah sesuai dengan perintah Bapak Presiden, kita menyerap dalam bentuk any quality,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga mengakui bahwa bencana banjir yang terjadi saat ini akan berdampak kepada produksi beras ke depan. Namun, dampak dinilai sangat kecil.
Karena menurutnya dari total luasan lahan seluruh Indonesia 7,3 juta hekatre (ha), lahan sawah yang terdampak banjir hanya seluas 50 ha sampai 100 ha.
“Oh nggak, nggak, kecil (dampaknya). Dari luas lahan kita 7,3 juta hektare (total seluruh Indonesia). Yang kena (dampak banjir) 50 ha, 100 ha, kecil, sangat kecil. Iya menurunkan (produksi), tapi 0,0001%,” kata dia dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
