Berapa Harga Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros Sulsel? | Giok4D

Posted on

Melansir situs Aero Corner, Sabtu (17/1/2026), satu unit pesawat ini dapat bernilai sekitar US$ 12,1 juta atau Rp 204,33 miliar. Pesawat ATR 42-500 ini pertama kali diproduksi pada 1994 dan dikirimkan untuk operasional pertama pada akhir 1995.

Pesawat ini memiliki kecepatan lepas landas 112 KCAS. ATR 42-500 memiliki kecepatan jelajah maksimum 556 km/jam dan mampu mencapainya dengan cepat berkat laju pendakian 1851 kaki/menit dan kecepatan pendakian optimal 160 KCAS.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Dengan berat lepas landas maksimum hanya 18.600 kg, mudah untuk melihat bahwa ini adalah pilihan yang sedikit lebih kecil daripada pesawat lain. Pesawat ini memiliki jangkauan 716 Nm.

Pesawat yang tangguh ini membutuhkan landasan pacu sepanjang 1165 m untuk lepas landas, tetapi hanya 964 m untuk mendarat. Sementara untuk biaya operasional rata-rata per jam terbang dapat sangat bervariasi tergantung pada seberapa banyak pesawat digunakan selama setahun.

Jika ATR 42-500 hanya diterbangkan sekitar 100 jam per tahun maka biaya operasional akan lebih tinggi, sekitar US$ 6.669 atau Rp 112.619.403 per jam terbang. Sementara jika pesawat diterbangkan selama 1.000 jam per tahun menurunkan biaya rata-rata per jam menjadi sekitar US$ 2.824 atau Rp 47.688.888.

Sementara dalam situs Aircraft Cost Calculator, tergantung pada berbagai faktor, harga rata-rata untuk ATR 42-500 bekas sekitar US$ 4.500.000 atau Rp 75,99 miliar.

Kemudian berdasarkan 450 jam operasional tahunan oleh pemilik dan biaya bahan bakar US$ 6 per GAL, ATR 42-500 memiliki total biaya variabel sebesar US$ 1.587.245, total biaya tetap sebesar US$ 605.996, dan anggaran tahunan sebesar US$ 2.193.241. Ini setara dengan US$ 4.874 per jam.