Bansos Beras Lanjut Tahun Ini, 720.000 Ton Diguyur ke 18 Juta Penerima

Posted on

Pemerintah akan melanjutkan penyaluran bantuan pangan beras tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan ada penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan beras 720.000 ton.

“Penyaluran bantuan pangan untuk 4 bulan tahun 2026 itu sekitar 720.000 ton untuk 18 juta penerima,” kata Ahmad dalam media briefing Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategi 2026, di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2026).

Sebagai informasi, bantuan pangan beras terdiri dari beras 10 kilogram (kg) yang disalurkan kepada masyarakat tidak mampu. Beras 10 kg itu untuk 1 keluarga.

Kemudian, beras murah atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan jumlah 1,5 juta ton. Penyaluran beras murah ini sepanjang tahun.

Penyaluran beras SPHP juga akan dilakukan lebih minim di daerah sentra produksi beras. Sementara yang bukan sentra produksi akan tetap digencarkan penyalurannya untuk stabilisasi pasokan dan harga.

“Nanti di saat musim panen di saat puncak musim panen bulan Maret dan bulan April termasuk bulan Agustus itu kita penyaluran di daerah-daerah sentra produksi, penyaluran SPHP-nya ini dikurangin dikecilkan volumenya. Tapi tetep dilakukan supaya tidak tidak tumpah banyak di pasaran. Tapi yang di daerah-daerah yang tidak sentra produksi pangan SPHP-nya tetep jalan seperti biasa,” jelasnya.

Penyaluran bantuan pangan tahun 2025 telah tersalur sebanyak 707.929. Penyaluran tahun ini dilakukan 4 bulan.

“Nah khusus penyaluran bantuan pangan ini, karena penyaluran bantuan pangan ini tidak sepanjang tahun kalau tidak salah hanya 4 bulan ya,” terangnya.

Sementara penyaluran beras SPHP tahun ini tugas 1,5 juta. Namun realisasinya tidak tercapai hanya 802.939 ton.