Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 diperkirakan terkoreksi menjadi 5,1-5,15% imbas bencana banjir dan longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatera. Akibatnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 diperkirakan ikut menyusut.
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menyebut bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak langsung terhadap produksi dan konsumsi di 52 kabupaten. Ketiga provinsi tersebut menyumbang sekitar 5% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
“Kontribusinya cukup besar, sehingga gangguan ekonomi di wilayah itu berpengaruh terhadap pertumbuhan nasional,” ucapnya kepada detikcom, Selasa (6/1/2026).
Secara rinci, Faisal mengatakan Aceh diperkirakan menanggung beban terberat dengan koreksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai minus 0,44%, sementara Sumatera Utara minus 0,15% dan Sumatera Barat minus 0,36%.
Di luar itu, menurutnya, investasi dan penyerapan tenaga kerja, khususnya di wilayah terdampak bencana, juga akan terpangkas. Sektor konstruksi dan transportasi diperkirakan mengalami tekanan paling dalam. Di sisi lain, biaya pemulihan infrastruktur fisik ditaksir mencapai Rp 77,4 triliun.
Faisal mengatakan angka tersebut belum mencakup kerugian nonfisik akibat lumpuhnya aktivitas ekonomi rumah tangga, trauma psikis, serta ketertinggalan pendidikan anak-anak di daerah terdampak.
“Artinya, kalau di kuartal IV pertumbuhan minimal 5,2%, maka sepanjang 2025 ada di kisaran 5,06%. Namun jika kuartal IV hanya sekitar 5,1-5,15%, maka kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 hanya 5% lebih sedikit, sekitar 5,03-5,04%” jelasnya.
Hal senada disampaikan Ekonom Senior INDEF Tauhid Ahmad. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 berada di kisaran 5,06-5,07%, dengan catatan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,2%.
“Kalau kuartal keempat masih sekitar 5,2%, paling tinggi 5,06% atau 5,07% di 2025,” terangnya.
Secara umum, Tauhid menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 banyak didorong oleh momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang meningkatkan konsumsi masyarakat, terutama di sektor transportasi, akomodasi, dan jasa. Selain itu, penyerapan belanja pemerintah yang biasanya melonjak pada kuartal IV turut menopang pertumbuhan ekonomi.
Ia menambahkan berbagai insentif dan bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah pada akhir tahun juga mendukung konsumsi, meski dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai terbatas.
Namun, proyeksi tersebut belum sepenuhnya memasukkan dampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera. Dengan demikian, Tauhid memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 berada di bawah perkiraan awal sebesar 5,06%.
“Ada tiga provinsi terdampak bencana. Dampaknya muncul di Desember dan perhitungannya biasanya baru terlihat pada kuartal I 2026, tetapi pasti memberi tekanan terhadap rata-rata nasional,” ujarnya.
Tonton juga video “3 Provinsi Terdampak Bencana di Sumatera Alami Inflasi”
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.






