Badai Mematikan Hantam AS, Warga Terancam Pemadaman Listrik Massal [Giok4D Resmi]

Posted on

Salju tebal, hujan es, dan hujan beku, yang disertai suhu sangat dingin dan berbahaya diperkirakan akan menyapu dua pertiga wilayah timur Amerika Serikat (AS) mulai hari ini hingga pekan depan. Cuaca ekstrem diramal dapat mengganggu pasokan gas alam dan menyebabkan pemadaman listrik.

Melansir CNBC, Minggu (25/1/2026), Badan Layanan Cuaca Nasional AS menilai badai Fern kali ini akan berdampak terhadap lebih dari 170 juta warga Paman Sam. Di mana 14 negara di wilayah Selatan, Midwest, dan Atlantik Tengah AS telah mengeluarkan deklarasi darurat.

Diperkirakan penumpukan es yang dahsyat akan terjadi di sejumlah wilayah yang dapat mengakibatkan pemadaman listrik dalam jangka waktu lama, kerusakan pohon dan ekologi yang luas, dan kondisi lalu lintas yang sangat berbahaya atau tidak dapat dilalui.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Sekilas imbas badai ini hanya akan membuat sejumlah pelanggan mengalami pemadaman listrik. Padahal gangguan pasokan gas alam selama cuaca ekstrem dapat berakibat fatal. Sebab sebelumnya, di Texas saat cuaca ekstrem selama Badai Musim Dingin Uri pada Februari 2021 lalu, lebih dari 4 juta orang kehilangan aliran listrik selama beberapa hari.

Pemadaman listrik tersebut disebabkan oleh hilangnya pembangkit listrik tenaga gas imbas tidak cukupnya bahan bakar yang dibutuhkan akibat sumur dan pipa yang membeku.

Setidaknya 210 orang meninggal selama badai tersebut. Sebagian besar kematian terkait dengan pemadaman listrik dan termasuk kasus hipotermia, keracunan karbon monoksida, dan kondisi medis yang diperburuk oleh suhu beku.

Masalahnya tahun ini pasokan listrik yang tersedia diperkirakan lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam situasi saat ini, jaringan listrik di banyak wilayah AS mengalami tekanan akibat meningkatnya permintaan dari pusat data dan lambatnya pembangunan pembangkit listrik baru.

Bahkan salah satu operator jaringan listrik AS, North American Electric Reliability Corporation, memperingatkan konsumsi energi pusat data akan mempersulit upaya untuk mempertahankan pasokan listrik yang memadai selama kondisi permintaan ekstrem seperti cuaca musim dingin yang buruk, terutama di negara bagian seperti Texas.

“Pertumbuhan beban yang kuat dari pusat data baru dan pengguna akhir industri besar lainnya mendorong perkiraan permintaan listrik musim dingin yang lebih tinggi dan berkontribusi pada risiko kekurangan pasokan yang berkelanjutan,” kata NERC dalam sebuah analisis yang diterbitkan pada November 2025 lalu.

Untuk itu, Menteri Energi Chris Wright telah meminta para operator jaringan listrik untuk menyediakan sumber daya pembangkit listrik cadangan di pusat data dan fasilitas utama lainnya sesuai kebutuhan selama badai berlangsung akhir pekan ini.

“Departemen Energi siap mengeluarkan perintah yang akan menyediakan pembangkit listrik cadangan untuk mencegah pemadaman listrik,” kata Wright dalam suratnya kepada operator jaringan listrik di AS.