Anak usaha PT Pelni (Persero), PT PBM Sarana Bandar Logistik atau Pelni Logistics, akan menggandeng PT Pos Logistics Parcel anak usaha PT Pos Indonesia (Persero).
Kerja sama ini untuk menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya untuk pengiriman lintas pulau.
Direktur Utama Pelni Logistics, Sukendra mengatakan langkah ini sejalan dengan program kerja strategi 2026 perusahaan untuk meningkatkan operasional serta daya saing kedua anak usaha BUMN tersebut.
“Kapal itu akan kami fasilitasi sehingga kantor Pos sebagai collecting mengumpulkan orang-orang yang akan kirim. Nanti kantor pos akan menghubungi kami dan barangnya akan kami ambil. Kemudian kami akan distribusikan ke tujuan yang kami sepakati dulu. Bukan langsung kita buka seluruh Indonesia, belum. Artinya kita lihat jalur-jalur, trayek-trayek yang memang ada kapal yang berlayar ke situ,” jelas Sukendra dalam acara press briefing, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).
Ia mengatakan kerja sama ini akan sangat membantu masyarakat di wilayah-wilayah terpencil, terutama saat mereka ingin mengirim paket termasuk ketika berbelanja di platform toko online.
“Kita ambil salah satu contoh misalnya di Natuna. Di Natuna, kalau sinyalnya kan ada, dia bisa buka Tokopedia, dia bisa buka Shopee. Kita berada di Natuna, mencet beli sesuatu, barang itu hanya bisa dua, satu naik pesawat, dua naik kapal,” terangnya.
“Kalau sudah masuk dalam komponen e-commerce dia akan menekan biaya logistik. Sehingga tidak menutup kemungkinan mau tidak mau mereka hanya menggunakan kapal dengan cost dan biaya yang murah,” sambung Sukendra.
Atas dasar inilah, Pelni Logistics berencana untuk menjalin kerja sama dengan PT Pos Logistics Parcel. Tak hanya demi menekan ongkos kirim paket ke wilayah terpencil di luar pulau, namun pengiriman paket atau barang termasuk kiriman toko online bisa sampai lebih cepat.
“Untuk kapal, itu tidak semua daerah atau semua lokasi punya space lebih, nah di situ harus bergantian. Ketika bergantian, that is the problem, namanya kongesti. Kalau kapal Pelni nggak punya kongesti. Artinya ketika kami datang biar ada kapalnya orang di situ, minggir dulu. Jadinya kita keluar dulu,” terangnya.
“Itulah kelebihan kami sehingga anterin barang dari Jakarta ke Jayapura, itu satu minggu. Satu minggu itu sudah paling cepat karena jarak dari Jayapura ke Jakarta, itu kalau di Eropa sudah tujuh negara. Jadi cukup jauh dari Jakarta ke Jayapura. Nah, kalau menggunakan kapal non-Pelni, rata-rata memang di atas 2 minggu, sampai 3 minggu, bahkan sampai 1 bulan,” tegas Sukendra
Simak juga Video: Tri Andayani Terima Penghargaan Sebagai Pelopor Transformasi Bisnis Pelayaran






