Agung Podomoro Kantongi Pendapatan Rp 2,64 T

Posted on

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp 2,64 triliun hingga kuartal III-2025. Angka turun 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp 2,77 triliun.

Meski begitu, pengakuan penjualan tumbuh 1,2% menjadi Rp 1,65 triliun dari Rp 1,63 triliun di kuartal III-2024. Sementara di segmen pendapatan berulang ditopang oleh perhotelan dan mal sebesar Rp 988,8 miliar yang turun 13,3% dari Rp 1,14 triliun.

Kinerja perseroan terkoreksi lantaran penjualan hotel Pullman Ciawi Vimala Hills pada akhir tahun 2024. Meski begitu, perseroan membukukan penurunan beban bunga hampir 38% menjadi sebesar Rp 311,37 miliar di kuartal III. Laba komprehensif APLN sepanjang kuartal III tercatat sebesar Rp 28,21 miliar.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas mengaku pihaknya terus menjalankan strategi adaptif dan mendorong efisiensi di berbagai lini bisnis. Sejumlah langkah penting dilakukan untuk menjaga pertumbuhan di tengah menurunnya daya beli.

“Di tengah tekanan yang dialami pasar properti nasional, kinerja APLN tetap berada pada level yang solid dengan minat konsumen yang terus terjaga terhadap produk hunian kami. Bisnis mall dan hotel juga memberikan pendapatan berulang yang tetap positif,” jelas Justini dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan, marketing sales APLN hingga September 2025 tercatat Rp 1,24 triliun. Kontribusi terbesar ditopang segmen rumah tapak pada proyek Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, dan Podomoro Golf View.

“Untuk menyesuaikan kondisi daya beli masyarakat yang melemah, APLN menerapkan strategi penjualan yang lebih adaptif. Salah satunya dengan menghadirkan unit-unit rumah yang berukuran lebih compact sehingga harganya lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas dan value kawasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, permintaan terhadap hunian tapak bergerak positif seiring meningkatnya kebutuhan akan ruang tinggal yang lebih fungsional, nyaman, dan bernilai investasi jangka panjang. Ke depan, perseroan akan mendorong penjualan dan pendapatan di momentum Natal dan Akhir Tahun (Nataru) baik dari segmen perhotelan maupun pusat perbelanjaan.

Hal ini sejalan dengan komitmen dan dukungan pemerintah terhadap bangkitnya sektor properti yang menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami percaya dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah, baik dalam bentuk stimulus pajak maupun suku bunga rendah, hingga akhir tahun penjualan properti masih berpeluang tumbuh. Kami juga optimis momentum Natal dan liburan akhir tahun akan memberikan dampak positif bagi bisnis mal dan hotel milik APLN di berbagai kota di Indonesia,” tutup Justini.