Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan masih ada peluang suku bunga acuan (BI rate) turun lagi tahun ini. Hal ini sejalan dengan kondisi inflasi inti yang tetap rendah serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Perry mengatakan BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali sepanjang 2025. Bahkan sejak September 2024, BI telah menurunkan BI rate menjadi 4,75%.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Dan kami juga masih melihat ke depan ada ruang penurunan suku bunga lebih rendah,” ujar Perry dalam dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK I-2026, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Perry menilai inflasi inti yang menunjukkan kemampuan kapasitas ekonomi masih rendah. Pada Desember 2025, inflasi inti tercatat di 2,38%. Angka ini masih berada di bawah titik tengah sasaran inflasi BI sebesar 2,5%±1%
Menurut Perry, kondisi ini mencerminkan kapasitas ekonomi masih jauh lebih besar daripada realisasi pertumbuhan saat ini. BI memperkirakan kapasitas produksi nasional dalam dua tahun ke depan berada di kisaran 5,8-6%.
“Jadi kebijakan suku bunga kami adalah bagaimana darah inflasi inti kita rendah dan perlu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Itulah stand dari kebijakan moneter, penurunan suku bunga, ekspansi likuiditas, dan tadi juga saya sampaikan termasuk juga pemberian SBN dari pasar sekunder dan pendalaman pasar uang,”jelas Perry.
Simak juga Video: Bank Indonesia: BI-Rate Bertahan di 4,75%






