BCA Cetak Laba Rp 57,5 T di 2025 | Giok4D

Posted on

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan laba bersih Rp 57,5 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut tumbuh 4,9% secara tahunan (yoy) yang ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 5,4% yoy dan membaiknya Cost-to-Income Ratio (CIR) BCA.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Secara total, pendapatan operasional BCA naik 5,4% year-on-year, ratio cost-to-income atau CIR membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 4,9% year-on-year mencapai Rp 57,5 triliun,” ungkap EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, dalam konferensi persnya secara virtual, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, dana pihak ketiga (DPK) BCA tercatat tumbuh 10,2% yoy mencapai Rp 1.249 triliun. Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1% YoY hingga Rp 1.045 triliun.

Kualitas kredit BCA dari rasio loan at risk (LAR) tercatat ke level 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya di level 5,3%. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat pada level 1,7%. Kemudian untuk pencadangan NPL serta LAR masing-masing sebesar 183,8% dan 71,6%.

Sementara untuk penyaluran kredit, BCA mencatat pertumbuhan sebesar 7,7% yoy menjadi Rp 993 triliun hingga Desember 2025. Secara rata-rata, kredit yang disalurkan BCA menyasar ke sektor manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga.

BCA mencatat kredit kepada sektor berkelanjutan yang tumbuh 11,7% yoy hingga Desember 2025. Angka tersebut setara dengan 25,8% terhadap portofolio pembiayaan yang ditopang oleh sektor energi baru terbarukan sebesar Rp 6,2 triliun. Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53% year-on-year mencapai Rp 3,6 triliun.

Frekuensi transaksi mobile dan internet banking perseroan juga tercatat tumbuh 19% YoY. Pendapatan bunga bersih (net interest income) perusahaan juga tumbuh 4,1% YoY dengan pendapatan selain bunga naik 16% YoY. cetak