Selain untuk Tubuh, Jalan Kaki Juga Bisa Bikin Dompet ‘Sehat’

Posted on

Peringatan Hari Pejalan Kaki Nasional tiap 22 Januari mengingatkan bahwa berjalan kaki bukan sekadar rutinitas, melainkan gaya hidup sehat dan hemat. Di tengah mobilitas kota, kebiasaan ini makin relevan bila dipadukan dengan transportasi umum (transum).

Berjalan kaki menuju kantor atau ke titik transum kini menjadi pilihan banyak pekerja urban. Selain membantu mengurangi kemacetan dan emisi, kebiasaan ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih aktif bergerak di sela rutinitas kerja yang padat.

Dari sisi pengeluaran, dampaknya cukup terasa. Biaya bensin, parkir, atau transportasi harian yang biasanya menggerus dompet bisa ditekan secara konsisten. Dalam sebulan, selisih pengeluaran tersebut dapat terkumpul menjadi nominal yang sebelumnya tidak disadari.

Jalan kaki bukan hanya soal penghematan. Dengan rutin meluangkan sekitar 15 menit sehari, tubuh jadi lebih bugar, sirkulasi darah lancar, dan pikiran terasa lebih tenang. Aktivitas sederhana ini juga membantu meredakan stres dari rutinitas kerja.

Lebih jauh, kebiasaan berjalan kaki membentuk pola hidup yang lebih sadar dan terukur, termasuk dalam mengelola keuangan. Saat pengeluaran kecil bisa dikendalikan, muncul ruang untuk mengalokasikan dana ke hal yang lebih bermanfaat dan berorientasi jangka panjang.

Dari langkah sederhana inilah, kebiasaan sehat dapat berkembang menjadi kebiasaan cerdas secara finansial. Uang yang sebelumnya habis untuk perjalanan harian kini bisa disisihkan secara konsisten, membuka peluang membangun aset dan perencanaan keuangan yang lebih berkelanjutan.

Menariknya, penghematan dari kebiasaan berjalan kaki ini bisa diarahkan ke tujuan yang lebih produktif. Dana yang sebelumnya habis di perjalanan dapat disisihkan sedikit demi sedikit sebagai fondasi keuangan untuk masa depan.

Salah satu pilihan yang semakin diminati adalah investasi emas. Melalui Tabungan Emas Pegadaian, masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan nominal terjangkau tanpa perlu membeli emas fisik. Karena nilai yang stabil, emas cocok untuk perencanaan keuangan jangka menengah hingga panjang.

Agar lebih praktis, seluruh proses menabung emas kini dapat dilakukan secara digital melalui Tring! by Pegadaian. Mulai dari pembukaan tabungan, pembelian emas, hingga pemantauan saldo bisa dilakukan langsung dari smartphone kapan saja.

Kini, langkah kecil seperti berjalan kaki bukan hanya berdampak bagi kesehatan, tetapi juga membuka peluang membangun aset. Yuk, ubah kebiasaan hemat menjadi investasi bernilai, unduh aplikasi Tring! by Pegadaian dan mulai tabungan emas dari langkah kecil hari ini.