PT Pertamina (Persero) melalui program Pertamina UMK Academy menyalurkan hibah teknologi tepat guna senilai Rp 900 juta. Teknologi tepat guna sebagai pendukung produksi ini dialokasikan untuk 100 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Para penerima manfaat terdiri dari 25 Champion dan 75 Nominator program UMK Academy. Hal ini menjadi dukungan Pertamina dalam mendorong UMK naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kemandirian usaha secara berkelanjutan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron, menyampaikan Pertamina UMK Academy merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap agenda pembangunan nasional. Program tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintah poin 3, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta melanjutkan pengembangan infrastruktur.
“Melalui pelatihan, pendampingan, dan hibah alat produksi yang tepat guna, kami berharap UMKM binaan dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Baron dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Dari total nilai hibah tersebut, sebanyak Rp555 juta telah direalisasikan. Sementara itu sisanya akan disalurkan dan dituntaskan pada bulan Januari ini.
Hibah alat produksi diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha guna mendukung peningkatan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta pengembangan bisnis yang lebih terstruktur. Selain bantuan alat, peserta juga mendapatkan pembekalan ilmu bisnis dan pendampingan berkelanjutan sebagai fondasi penguatan ekosistem UMKM nasional.
Baron menegaskan Pertamina berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi UMKM binaan.
“Kami berharap sinergi yang terbangun melalui Pertamina UMK Academy dapat terus berlanjut, sehingga UMKM Indonesia semakin naik kelas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Manfaat program ini pun dirasakan oleh salah satu penerima manfaat, Melani Septina, pemilik usaha kerajinan sepatu bermerek NOBF asal Mojokerto. Melani menerima hibah berupa mesin jahit, mesin seset, mesin press, dan mesin gauge, yang membantu mengatasi keterbatasan produksi, khususnya dalam pengembangan sampel produk yang sebelumnya terkendala ketersediaan alat.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Pertamina atas dukungan dan pendampingan yang sangat berarti bagi perjalanan usaha kami. Dengan dukungan alat produksi dan pembekalan bisnis, kami kini dapat mengembangkan produk dengan lebih optimal, memiliki workshop dan mini store, serta membuka peluang kolaborasi dengan pengrajin sepatu di Mojokerto agar dapat tumbuh bersama dalam satu ekosistem usaha yang inklusif,” papar Melani.
Selain bantuan alat dan pendampingan, kesempatan mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi Pertamina turut membuka akses pasar yang lebih luas serta memperkuat branding UMKM lokal.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.






