Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menggagalkan hampir 100 ton ikan salem impor ilegal yang mau masuk ke Indonesia. Penggagalan komoditas perikanan ilegal ini dilakukan di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Halid K Jusuf mengatakan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menerima laporan masyarakat terkait dugaan importasi komoditas perikanan ilegal tanpa persetujuan impor dan tanpa kuota yang dilakukan oleh PT CBJ. Usai mendapatkan laporan, pihaknya bergerak cepat ke lapangan dan mengamankan 4 kontainer.
“Nah komoditas yang masuk itu adalah frozen pasifik makarel atau yang dikenal dengan ikan salem itu dengan total volumenya kurang lebih dari 99,972 ton ya atau kurang lebih 100 ton. Jadi komoditas ini masuk secara ilegal tanpa ada persetujuan impor. Kemudian juga tanpa ada rekomendasi komoditas impor yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Halid dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2026).
Halid menerangkan aksi cepat ini penting karena komoditas perikanan merupakan kategori pengawasan post-border, sehingga tidak dapat terlalu lama ditahan di pelabuhan. Saat ini, kontainer sudah dikeluarkan dari tempat pabean dan dilakukan klarifikasi oleh Badan Karantina Indonesia.
Lebih lanjut, pengiriman komoditas perikanan ini diduga dilakukan pada akhir 2025. Adapun modusnya dengan menggunakan PI yang sebenarnya sudah habis kuota sejak pertengahan tahun.
PT CBJ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar hasil perikanan, pertanian hingga hewan. Tak hanya itu, Halid menyebut PT CBJ juga bergerak di industri pembekuan ikan dan berlokasi di pelabuhan perikanan di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.
“Nah dari sisi ekonomi valuasi kerugian yang dapat diselamatkan negara melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan ini kurang lebih Rp 4,48 miliar. Nah kerugian ini meliputi aspek fiskal dari sisi potensi PPN, serta dampak pasar nelayan yang mempengaruhi harga ikan pelagis kecil dan multiplier efek ke sektor perdagangan dan pengolahan,” terang Halid.
Tonton juga video “KKP Tangkap Kapal Ikan Asing Berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara”
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.






