Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memimpin rapat kerja nasional (rakernas) bersama seluruh pimpinan cabang wilayah Bulog serta jajaran direksi hari ini. Rapat tersebut akan diselenggarakan selama dua hari, Minggu dan Senin besok.
Rizal mengatakan Rakernas ini bertujuan untuk menindaklanjuti perintah dari Presiden Prabowo Subianto sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait swasembada pangan ke depan. Untuk mengejar target tersebut, Rizal menyebut Bulog tidak bisa bekerja sendiri.
“Bulog itu bekerja tidak sendiri, tapi dibantu oleh seluruh stakeholder pemerintah maupun swasta dan bahkan para petani yang ada di lapangan di seluruh tanah air,” ujar Rizal kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2026).
Rakernas tersebut juga membahas terkait target pengadaan cadangan pemerintah. Tahun ini, Bulog ditugaskan untuk menyerap gabah dari petani sebanyak 4 juta ton setara beras. Angka ini lebih tinggi dibanding penugasan tahun lalu sebesar 3 juta ton.
“Oleh karena itu kami merencanakan sedini mungkin secepatnya agar target itu bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah,” jelas ia.
Lalu, tahun ini Bulog juga menargetkan penyerapan jagung sebesar 1 juta ton dan 70 ribu ton kedelai. Dalam hal ini, Rizal menyebut akan bersinergi dengan Polri.
Selain itu, Bulog juga akan melakukan distribusi minyak goreng, Minyakita sejumlah 720 ribu kiloliter bersama dengan BUMN Pangan lainnya, ID Food dan Agrinas Palma. Rizal menjamin Minyakita yang sampai di masyarakat dengan harga yang rendah.
“Kemudian penjualan beras premium dan medium untuk pasar umm sejumlah 2,5 juta ton dan direncanakan ekspor 1 juta ton. Nah ini target-target yang sedang kami diskusikan di dalam. Mudah-mudahan dengan strategi-strategi yang lebih baik ke depan 2026,” tambah Rizal.






