Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab candaan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyebut dirinya akan ngambek jika tidak disebutkan namanya.
Momen ini terekam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca-Bencana yang disiarkan melalui YouTube DPR RI, Sabtu (10/1/2026). Purbaya mengaku tidak akan ngambek jika namanya tidak disebutkan.
Ia mengaku akan merajuk jika anggaran yang telah disiapkan tidak digunakan. Apalagi tidak sedikit anggaran negara yang disiapkan berasal dari utang hingga pungutan pajak.
“Saya nggak disebut nama, nggak ngambek, Pak. Saya ngambek kalau uang yang disediakan pakai utang, nggak dipakai juga. Jadi pakai, saya kumpulin uang banyak, gebuk-gebuk orang pajak, ditumpuk di sana, nggak dipakai,” kata dia.
Anggaran yang dimaksud juga terkait untuk penanganan bencana. Dia meminta agar anggaran dapat segera dipakai, apalagi saat ini masyarakat di daerah bencana Sumatera masih kesusahan.
“Sementara di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak,” tuturnya sembari tertawa.
Purbaya sering meminta agar kementerian dan lembaga (K/L) mempercepat belanja anggaran. Dalam rapat itu juga disampaikan, khususnya untuk penanganan bencana.
Dalam APBN 2026 untuk membangun kembali provinsi terdampak bencana dipastikan cukup, misalnya Dana Siap Pakai (DSP) yang dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 250 miliar ditambah cadangan bencana Rp 5 triliun.
Bahkan, Purbaya bilang berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, DSP harus ditambah sebesar Rp 600 miliar. Jadi, secara total dana DSP tahun ini cukup banyak.
Ia menyayangkan bagaimana BNPB yang kurang mampu membelanjakan anggaran yang telah disiapkan pemerintah. Ia mendorong agar anggaran dapat segera digunakan.
Dia mencontohkan masalah pencairan uang saku pengungsi sebesar Rp 15.000 per orang per hari yang belum juga cair. Purbaya mendorong agar segera dicairkan dan jangan menunggu data penduduk di kawasan bencana sempurna.
“Kalau data nggak harus sempurna-sempurna amat, orang bencana mana bisa data sempurna. Yang penting terverifikasi, ada yang bertanggungjawab. Harusnya besok bisa mereka dikasih uangnya. Kalau nunggu data sempurna mau sampai kapan. Data nggak ada yang sempurna,” tegasnya.
Dikutip dari detikNews, Mendagri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, sempat lupa menyebutkan nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai salah satu anggota tim pengarah.
“Sedangkan untuk infrastruktur, saya ulangi, ada yang terlewat tim pengarah, selain Menko, Panglima TNI, Kapolri, juga di situ ada Bapak Purbaya, ha-ha…,” kata Tito.
Dia berkelakar, jika melupakan nama Purbaya, akan berbahaya. Tito mengatakan, jika Purbaya marah, akan berdampak terhadap pembayaran.
“Saya lupa menyampaikan ini, kualat ini kalau nggak, nanti ini, karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti. Iya, nggak ada pitinya, ha-ha…,” kelakarnya.






