Sejumlah pegawai pajak kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). OTT dilakukan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta Utara (Jakut).
Mereka ditangkap terkait dugaan suap pengurangan nilai pajak. Bukan cuma pegawai pajak, terdapat wajib pajak (WP) yang juga ditangkap dalam operasi itu.
Penangkapan pegawai pajak ini terjadi saat pemerintah memang ingin bersih-bersih oknum yang melakukan kecurangan baik dari sisi pajak serta bea dan cukai. Bahkan beberapa waktu lalu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah mengatakan masih ada oknum yang main-main di pajak serta bea dan cukai.
Hal ini disampaikan Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026) lalu.
“Dalam waktu 1-2 bulan akan kita perbaiki perpajakan kita, termasuk penggalakkan sistem-sistem, ada Coretax segala macam, termasuk kita lihat ada nggak orang yang masih main-main, sepertinya masih ada, jadi kita akan beresin,” tegas dia dikutip lagi Sabtu (10/1/2026).
Komitmen ini muncul setelah dirinya merasa tersindir kata-kata Presiden Prabowo Subianto dalam retret kabinet kedua di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Dalam retret tersebut, ada momen Prabowo berucap apakah mau dibohongi terus oleh orang pajak dan bea cukai. Meski bicara tidak menghadap dirinya, Purbaya merasa itu sedang menyindirnya.
“Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan Presiden di Hambalang, dia bilang apakah kita akan mau dikibuli terus oleh (orang) pajak dan bea cukai? Itu pesan ke saya dari presiden, walaupun dia nggak melihat ke saya, tapi deg kan ke sini,” ujar Purbaya sambil menepuk dada.
Purbaya menyebut bahwa Prabowo menyoroti masalah under invoicing yang masih sering terjadi dan melibatkan pegawai DJBC. Kemudian praktek penghindaran pajak yang melibatkan pegawai DJP.
“Ada praktek under invoicing yang masih besar yang tidak terdeteksi di pajak dan bea cukai,” terang Purbaya.
“Kalau bea cukai ancamannya clear dari sana bahwa kalau nggak bisa (perbaikan) setahun, ya betul-betul di rumahin. Jadi saya akan selamatkan supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang kerjanya bagus, yang jelek-jelek kita rumahkan, saya akan kotakkan betul,” tambahnya.






