Pemerintah akan setop impor Solar tahun ini. Namun, menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, setop impor solar tergantung pada optimalisasi kilang dalam negeri.
Salah satunya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
“Kita lihat produksi RDMP itu berapa optimal produksinya. Ya kemudian berapa produksi solar dalam negeri, berapa avtur yang dilaporkan oleh Pak Menteri. Ini asumsinya pada tahun ini kan kita juga bisa, ini surplus dan juga ini swasembada untuk solar sama avtur,” ujar Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (2/1/2026).
Yuliot menambahkan, target produksi dalam negeri diharapkan bisa menyesuaikan kebutuhan nasional. Dengan begitu maka ketergantungan impor BBM bisa disetop, termasuk oleh SPBU swasta.
“Jadi ini kita akan lihat produksi dalam negeri terlebih dahulu kira-kira berapa. Jadi berapa alokasi untuk impor, berapa untuk kebutuhan dalam negeri,” tambah dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman SPBU bisa memasok solar dari kilang dalam negeri.
“Sebenarnya yang dimaksud dengan penghentian impor itu ya termasuk swasta. Jadi artinya kita tidak impor lagi. Swasta kalau mau beli silakan beli yang ada di dalam produk dari kilang dalam negeri. Jadi seperti itu pemahaman dari stop impor tuh seperti itu,” ujar Laode di Jakarta, Jumat (19/12/2025).






