Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan sebagian besar akses strategis yang sempat terputus kini telah kembali berfungsi. Hingga Rabu, (31/12/2025), sebanyak 81 ruas jalan nasional terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat telah kembali fungsional, baik secara penuh maupun melalui penanganan darurat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan akses jalan menjadi prioritas utama guna mendukung aktivitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” kata Dody, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (2/12/2025).
Selain infrastruktur jalan, lebih dari 90% jembatan nasional dari total 33 jembatan terdampak telah dapat dilalui masyarakat. Sisa ruas jalan dan jembatan yang masih mengalami gangguan terus ditangani secara intensif dengan target fungsional bertahap, khususnya pada jalur-jalur utama dan strategis.
Di Provinsi Aceh misalnya, tercatat 38 ruas jalan nasional terdampak bencana. Hingga saat ini, seluruh ruas telah kembali berfungsi. Lalu di Provinsi Sumatera Utara, dari 12 ruas jalan nasional terdampak, sebagian besar telah kembali dapat dilalui.
Satu segmen yang masih mengalami gangguan berada pada ruas Simpang Rampa-Batulobang-Sibolga sepanjang kurang lebih 17 km yang merupakan bagian dari ruas batas Kabupaten Tapanuli Utara/Tapanuli Tengah – Sibolga. Penanganan terus dilakukan secara intensif agar ruas tersebut segera kembali fungsional.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, seluruh 31 ruas jalan nasional terdampak telah kembali fungsional. Namun demikian, terdapat dua ruas di kawasan Lembah Anai yang masih diberlakukan kondisi fungsional terbatas dengan pengaturan lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.
Kementerian PU juga mempercepat pemulihan jembatan melalui pemasangan Jembatan Bailey di sejumlah titik, baik pada jalan nasional maupun jalan daerah. Salah satunya pemasangan Jembatan Bailey dengan bentang 180 meter di Kabupaten Bireuen, Aceh yang telah diselesaikan lebih cepat dari rencana, sehingga konektivitas antarwilayah dapat pulih.
Dalam upaya percepatan pemulihan akses di wilayah terdampak bencana tersebut, Kementerian PU telah menurunkan total 1.452 unit alat berat dan alat pendukung, yang terdiri atas 382 unit milik Kementerian PU dan 1.071 unit dari mitra BUMN Karya. Sebaran alat tersebut meliputi 821 unit di Provinsi Aceh, 291 unit di Provinsi Sumatera Utara, dan 341 unit di Provinsi Sumatera Barat.
Mobilisasi alat berat difokuskan untuk membuka kembali akses jalan, menangani longsoran, serta mempercepat pemulihan jembatan terdampak. Kementerian PU memastikan terus bekerja 24 jam untuk menyelesaikan sisa penanganan, sekaligus menjaga agar infrastruktur yang telah fungsional tetap aman dilalui masyarakat selama periode libur Tahun Baru 2026.
Simak juga Video ‘Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat, Tapi Jangan Patah Semangat’:






