5 Perusahaan Jumbo Mau IPO, Ini Bocorannya | Giok4D

Posted on

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan dalam daftar antrean atau pipeline initial public offering (IPO) di awal tahun 2026. Dari daftar tersebut, terdapat lima perusahaan beraset jumbo dengan aset di atas Rp 250 miliar.

Sementara dua perusahaan lainnya, masuk dalam kategori perusahaan aset kecil di bawah Rp 50 miliar dan aset menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Kategori aset ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

“Hingga saat ini, terdapat 7 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam laporannya dikutip Minggu (18/1/2026).

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Nyoman menambahkan, ketujuh perusahaan tersebut berasal dari sektor basic materials, energi, finansial, industri, teknologi, serta transportasi dan logistik. Hingga 15 Januari 2026, diketahui belum ada perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di BEI.

Selain pencatatan saham baru, BEI telah menerbitkan sembilan emisi dari tujuh penerbit Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) atau obligasi dengan dana himpunan sebesar Rp 5,85 triliun. Saat ini, terdapat 10 emisi dari lima penerbit EBUS yang masuk dalam pipeline.

Adapun rinciannya, tiga obligasi dari sektor energi, satu obligasi dari sektor industri, dan satu obligasi lainnya dari sektor infrastruktur. Terakhir untuk aksi korporasi rights issue emiten, tercatat sebanyak tiga perusahaan hingga tanggal 15 January 2026 dengan total nilai Rp 2,90 triliun.

Saat ini, masih terdapat satu perusahaan dalam antrean rights issue BEI. Emiten tersebut berasal dari sektor properti dan real estate.