Penumpang Kereta Cepat Whoosh melonjak seiring libur Isra Miraj 2026. Sampai Jumat (16/1) siang, sekitar 15 ribu tiket telah terjual ke berbagai tujuan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap layanan Whoosh tidak terlepas dari kemudahan akses, kecepatan perjalanan, serta adanya promo tarif pada momen libur nasional.
“Antusiasme masyarakat terhadap perjalanan Whoosh dan tiket promo Isra Miraj kali ini amat tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan agar tidak kehabisan tiket promo yang jumlahnya terbatas,” ujar Eva dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).
Untuk keberangkatan dari Stasiun Halim, tiket pada rentang waktu pukul 07.00-12.25 WIB telah terjual habis. Sementara untuk perjalanan hingga sore hari okupansi keterisian tempat duduk telah mencapai sekitar 70% per kereta dan terus bertambah.
KCIC memprediksi hingga kereta terakhir volume penumpang bisa mencapai lebih dari 22.000, mengingat penjualan tiket masih terus dibuka hingga pukul 21.25 WIB.
Selaras dengan peningkatan jumlah penumpang tersebut, promo tiket Whoosh pada momen libur Isra Miraj juga terus menunjukkan tren positif. Sejak promo dibuka pada 14 Januari 2026, penjualan tiket promo telah mencapai sekitar 4.000 tiket dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga akhir periode libur.
Promo Isra Miraj 2026 menawarkan tarif mulai dari Rp 200.000 untuk relasi Bandung-Jakarta dan Rp 225.000 untuk relasi Jakarta-Bandung, atau lebih hemat hingga 43% dibandingkan tarif normal. Promo ini berlaku untuk periode perjalanan 16-18 Januari 2026 dengan total 47 perjalanan Whoosh yang mendapatkan tarif khusus pada kelas Premium Economy.
Masyarakat diminta segera melakukan pembelian tiket secara online guna memastikan ketersediaan tempat duduk. Tiket Whoosh dapat dibeli melalui Aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, serta aplikasi mitra Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, dan Traveloka.
Untuk tiket Whoosh pada Kamis (15/1), KCIC mencatat penjualan mencapai 20.865 tiket ke berbagai tujuan. Penumpang didominasi oleh masyarakat yang berlibur dengan tujuan Padalarang dan Bandung, dengan keberangkatan terbanyak berasal dari arah Stasiun Halim.
